ANALISIS KELEMBABAN DAN SEBUM KULIT PADA PENDERITA DERMATITIS SEBOROIK

Isi Artikel Utama

Andi Ratu Panca Indriani
Sitti Musafirah

Abstrak

ABSTRAK


Latar Belakang: Hidrasi kulit dan sebum penting untuk menjaga integritas stratum korneum. Kelainan stratum korneum menghasilkan peradangan kulit seperti dermatitis seboroik dengan gejala ketombe, skuama kuning berminyak, eritroderma dan mempengaruhi berbagai usia. Tujuan: untuk menganalisis kelembaban dan sebum kulit pada penderita Dermatitis Seboroik. Metode: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan menggunakan desain study case control, jumlah sampel penelitian ini sebanyak 87 orang, 37 penderita dermatitis seboroik di balai Kesehatan kulit, kelamin dan kosmetika di kota makassar dan 50 orang kontrol yang sehat. Hasil: Korelasi antara kadar kelembaban kulit dan dermatitis seboroik signifikan (p-Value 0,000). Mayoritas penderita memiliki kulit kering (64,9%), sedangkan pada kontrol tidak ada yang mengalami hal serupa. Sedikit penderita memiliki kulit normal (8,1%), berbanding terbalik dengan kontrol (100%). Penderita dengan kulit lembab sedikit (27%), pada kontrol tidak ada. Korelasi kadar sebum dan dermatitis seboroik signifikan (p-Value 0,000). Mayoritas penderita memiliki sebum berlebih (91,9%), berbeda dengan kontrol tidak ada. Sedikit penderita memiliki kadar sebum normal (8,1%), berlawanan dengan kontrol (100%). Kesimpulan: Pada penderita dermatitis seboroik mayoritas memiliki kelembaban kulit yang kering (≤29 %) dibandingkan orang sehat dengan kelembaban yang normal (30-60 %), dan kadar sebum yang berminyak (≥34 %) dibandingkan orang sehat dengan kadar sebum yang normal (16-33%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kelembaban dan sebum kulit dengan kejadian dermatitis seboroik (p-Value 0,000).


 


Kata Kunci : kelembaban kulit, sebum kulit , dermatitis seboroik

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Indriani, A. R. P., & Sitti Musafirah. (2024). ANALISIS KELEMBABAN DAN SEBUM KULIT PADA PENDERITA DERMATITIS SEBOROIK. Prominentia Medical Journal, 5(2), 86–94. https://doi.org/10.37715/pmj.v5i2.4700
Bagian
Articles

Referensi

ade A, Matin T, R.R. (2023) ‘Xeroderma’, StatPearls, pp. 1–6.

Anggiarti, P.I., Hikmah, I. and Purnama, S.I. (2022) ‘Analysis of Humidity Air Conditioned Room on Skin Humidity Based Microcontroller’, Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE), 4(2), pp. 80–92. Available at: https://doi.org/10.20895/jtece.v4i2.497.

Cheong, W.K. et al. (2016) ‘Treatment of Seborrhoeic Dermatitis in Asia : A Consensus Guide’, pp. 187–196. Available at: https://doi.org/10.1159/000444682.

Endly, D.C. and Miller, R.A. (2017) ‘Oily Skin: A review of treatment Options’, Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 10(8), pp. 49–55.

Ezerskaia, A. et al. (2016) ‘Quantitative and simultaneous non-invasive measurement of skin hydration and sebum levels’, Biomedical Optics Express, 7(6), p. 2311. Available at: https://doi.org/10.1364/boe.7.002311.

Güneş, H. et al. (2020) ‘The assessment of skin sebum and moisture content of infants with atopic dermatitis’, Turkish Journal of Medical Sciences, 50(4), pp. 844–848. Available at: https://doi.org/10.3906/sag-1912-56.

Marlita, S., Hartati and Taufiq, N. (2024) ‘Penderita Pityriasis Versicolor Penghuni Lembaga Identification Of Fungi ( Malassezia Furfur ) On The Women ’ S’, Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis, 1(1), pp. 1–5.

Menaldi SL, Bramono K, I.W. (2019) Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke 7. Jakarta: Badan Penerbit FK UI.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2019) ‘Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Dermatitis Seboroik’, pp. 1–36.

Ozkok Akbulut, T. (2021) ‘Is the frequency of seborrheic dermatitis related to climate parameters?’, SiSli Etfal Hastanesi Tip Bulteni / The Medical Bulletin of Sisli Hospital, 56(1), pp. 91–95. Available at: https://doi.org/10.14744/semb.2021.67503.

Suchonwanit, P. et al. (2019) ‘Assessing Biophysical and Physiological Profiles of Scalp Seborrheic Dermatitis in the Thai Population’, 2019.