PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL DAN MAJEMUK TERHADAP Staphylococcus aureus
Isi Artikel Utama
Abstrak
Infeksi penyakit, khususnya yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Strain bakteri ini memiliki resistensi terhadap beberapa antibiotik, membuat pengobatan menjadi tantangan. Oleh karena itu, penggunaan obat herbal seperti bawang putih, yang memiliki senyawa antibakteri, menjadi alternatif pengobatan yang populer. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum Linn) dan bawang putih majemuk (Allium sativum) sebagai antibakteri teradap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan adalah difusi cakram (Kirby-Bauer) pada media agar Mueller-Hinton dengan pemberian ekstrak bawang putih tunggal dan majemuk pada konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih tunggal memiliki efektivitas yang lebih unggul secara signifikan dibandingkan dengan ekstrak bawang putih majemuk. Diameter zona hambat pada konsentrasi 100% ekstrak bawang putih tunggal adalah 24,5, sedangkan pada ekstrak abwang putih majemuk adalah 28,5. Kedua jenis bawang putih ini efektif sebagai antibakteri dengan konsentrasi terbaik adalah 100%. Namun, aktivitas antibakteri pada bawang putih tunggal lebih unggul dibandingkan dengan bawang putih majemuk. Oleh karena itu, bawang putih tunggal dapat menjadi alternatif pengobatan yang efektif.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Abdalrahman, L. et al. (2015) ‘Isolation, Virulence, and Antimicrobial Resistance of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and Methicillin Sensitive Staphylococcus aureus (MSSA) Strains from Oklahoma Retail Poultry Meats’, International Journal of Environmental Research and Public Health, 12(6), pp. 6148–6161. doi: 10.3390/ijerph120606148.
Adhuri, I. K., Kristina, T. N. and Antari, A. L. (2018) ‘Perbedaan Potensi Antibakteri Bawang Putih Tunggal Dengan Bawang Putih Majemuk Terhadap Salmonella Typhi’, Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 7(2), pp. 415–423.
Agnesa, O. S., Susilo, H. and Lestari, S. R. (2017) ‘Aktivitas imunostimulan ekstrak bawang putih tunggal pada mencit yang diinduksi Escherichia coli’, Pharmaciana, 7(1), p. 105. doi: 10.12928/pharmaciana.v7i1.6007.
Arirahmayanti, I. G. A. E., Artini, I. G. A. and Ernawati, D. K. (2019) ‘Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kunyit ( Curcuma longa ) dan Bawang Putih ( Allium sativum ) terhadap Escherichia coli ATCC 8739 Program Studi Pendidikan Dokter , Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bagian Farmakologi Fakultas Kedokt’, Jurnal Medika Udayana, 8(11), pp. 1–5. Available at: https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/download/55068/32670.
Cheung, G. Y. C., Bae, J. S. and Otto, M. (2021) ‘Pathogenicity and virulence of Staphylococcus aureus’, Virulence, 12(1), pp. 547–569. doi: 10.1080/21505594.2021.1878688.
Fesseha, H. and Goa, E. (2019) ‘Therapeutic Value of Garlic (Allium sativum): A Review’, Advances in Food Technology and Nutrition Sciences – Open Journal, 5(3), pp. 107–117. doi: 10.17140/AFTNSOJ-5-162.
Khameneh, B. et al. (2021) ‘Phytochemicals: A Promising Weapon in the Arsenal against Antibiotic-Resistant Bacteria’, Antibiotics, 10(9), p. 1044. doi: 10.3390/antibiotics10091044.
Lestari, S. R., Rifai, M. and Gofur, A. (2021) Monograf Bawang Putih Tunggal Khasiat dan Manfaatnya. Universitas Negri Malang.
Nugraha, S. E., Suryadi Achmad and Erly Sitompul (2019) ‘Antibacterial Activity of Ethyl Acetate Fraction of Passion Fruit Peel (Passiflora Edulis Sims) on Staphylococcus Aureus and Escherichia Coli’, Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 2(1), pp. 07–12. doi: 10.32734/idjpcr.v2i1.972.
Parnomo, T. (2021) ‘Effect of Arabica Coffee Bean Extract (Coffea arabica) as a Growth Inhibitor of Enterococcus faecalis ATCC 29212’, Journal of Drug Delivery and Therapeutics, 11(3), pp. 89–96. doi: 10.22270/jddt.v11i3.4820.
Sasi, M. et al. (2021) ‘Garlic (Allium sativum L.) Bioactives and Its Role in Alleviating Oral Pathologies’, Antioxidants, 10(11), p. 1847. doi: 10.3390/antiox10111847.
Sieniawska, E. (2015) ‘Activities of Tannins – from in Vitro Studies to Clinical Trials’, Natural Product Communications, 10(11), p. 1934578X1501001. doi: 10.1177/1934578X1501001118.
Suriawati, J. and Rachmawati, S. R. (2022) ‘Gram Negatif Test of Microbial Contamination and Antibacterial Activity of Single Garlic Extract Against Gram Negative Bacteria’, 7(3), pp. 543–550.
Xie, Y. et al. (2014) ‘Antibacterial Activities of Flavonoids: Structure-Activity Relationship and Mechanism’, Current Medicinal Chemistry, 22(1), pp. 132–149. doi: 10.2174/0929867321666140916113443.

