HUBUNGAN USIA DENGAN JENIS TUMOR OVARIUM DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA TAHUN 2019
Isi Artikel Utama
Abstrak
Data WHO tahun 2014 mencatat bahwa kanker ovarium menempati posisi insidensi keempat terbanyak pada wanita setelah kanker serviks, kanker payudara, dan kanker korpus uteri. Data penelitian di RS Dharmais Jakarta tahun 2019 menyatakan bahwa kanker ovarium menempati posisi ketiga (7,84%) penyebab kematian akibat kanker pada wanita setelah kanker payudara dan kanker serviks. Berdasarkan data yang diperoleh jenis tumor ovarium yang bervariasi dan angka kematian yang disebabkan oleh tumor ovarium meningkat setiap tahun sehingga peneliti ingin mendapatkan data banding penderita tumor ovarium di RS Bethesda Yogyakarta dan gambaran kejadian berdasarkan usia, jenis histopatologi tumor jinak ovarium, dan jenis histopatologi tumor ganas ovarium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dengan berbagai jenis histopatologi tumor jinak dan tumor ganas ovarium di RS Bethesda Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah deskripsi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Dari 122 data yang diperoleh, ditemukan jenis histopatologi tumor jinak ovarium sebesar 51,6% (63 pasien) dan jenis histopatologi tumor ganas ovarium sebesar 48,4% (59 pasien). Hasil yang didapatkan dari uji Chi-Square terdapat hubungan antara usia dengan jenis tumor ovarium ditunjukkan dari output spss <0,05 yang bermakna secara signifikan dengan (OR: 6,176; 95% CI: 2,526-15,101). Data rekam medis RS Bethesda Yogyakarta pada periode 2019 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan jenis histopatologi tumor ovarium.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

