Pusat Informasi Konservasi dengan Fasilitas AR dan VR pada Candi Borobudur dengan Metode SWOT

  • Azahar Purwanto Universitas Islam Indonesia
  • Hary Cahyadi Magister Arsitektur, FTSP, Universitas Islam Indonesia
  • Dino Ramandha Magister Arsitektur, FTSP, Universitas Islam Indonesia
  • Wiryono Raharjo Magister Arsitektur, FTSP, Universitas Islam Indonesia
  • Arif Wismadi Magister Arsitektur, FTSP, Universitas Islam Indonesia

Abstract

Intergenerational Equity merupakan konsep yang berbicara keadilan antargenerasi, tidak hanya bidang ekonomi dan sosial melainkan bidang sumber daya dan cagar budaya. Sebagaimana tindak lanjut Kongres Kebudayaan Indonesia yang telah dilaksanakan. Kebudayaan inklusif perlu hadir dalam menjawab kebutuhan akan cagar budaya yang ramah terhadap difabel. Makalah ini bertujuan untuk dapat melakukan analisa berkaitan dengan AR dan VR sehingga dapat menjadi jawaban dalam pelestarian cagar budaya yang telah dilakukan di Borobudur dalam pengembangan berupa Pusat Informasi Konservasi. Metode yang digunakan dalam makalah ini menggunakan metode kualitatif deskripti, studi literatur berupa peraturan-peraturan mengenai kebijakan, perundang-undangan, perpres dan dokumen UNESCO yang berkaitan dengan Cagar Budaya. Selain itu menggunakan metode wawancara secara online untuk mendapatkan pandangan akan teknologi AR dan VR. Metode skoring juga digunakan untuk mendapatkan analisa SWOT berkaitan dengan penggunaan teknologi pada PIK. Hasil menunjukkan PIK memiliki kelemahan dan keunggulan akan eksistensinya apabila diterapkan dalam pelestarian cagar budaya. Selanjutnya perlunya rekomendasi desain dengan pendekatan multimedia dalam menghadirkan kebudayaan yang inklusif.
Published
2022-05-20