Hubungan antara Psychological Well-being dan Marital Adjustment pada Remaja

  • Oktufiani Dwi Wulansari Universitas Ciputra
  • Jenny Lukito Setiawan Universitas Ciputra

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara psychological well-being dan marital adjustment pada remaja. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara psychological well-being dan marital adjustment pada remaja. Subyek penelitian ini adalah 73  subjek, terdiri dari 14 suami  dan 59 istri. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Data diperoleh dengan menggunakan skala psychological-well-being (Lee, 2014) dan revised dyadic adjustment scale (Busby et al., 1995). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif antara psychological well-being dan marital adjustment pada remaja (ρ = 0,253; p < 0,05). Hal ini berarti semakin tinggi psychological well-being yang diperoleh individu, maka semakin tinggi marital adjustment yang dimilikinya dan begitu pula sebaliknya.

References

Amichai-Hamburger, Y. (2009). Technology and psychological well-being. Cambridge: University Press.

Anissa, N., & Handayani, A. (2012). Hubungan antara konsep diri dan kematangan emosi dengan penyesuaian diri istri yang tinggal bersama keluarga suami. Jurnal Psikologi Pitutur, 1(1), 57-67.

Anjani, C., & Suryanto. (2006, Desember). Pola penyesuaian perkawinan pada periode awal. Insan, 8(3), 198-210.

Astasari, N. P. W. D., & Lestari, M. D. (2016). Hubungan antara kecerdasan emosional dan penyesuaian pernikahan pada wanita Bali yang menjalani pernikahan ngerob di Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, 3(3), 407-416.

Busby, D. M., Christensen, C., Crane, D. R., & Larson, J. H. (1995). A revision of the dyadic adjustment scale for use with distressed and nondistressed couples: Construct hierarchy and multidimensional scale. Marital and Family Therapy, 21(3), 289-308.
Published
2019-08-07