Hubungan Resiliensi dan Penerimaan Ibu yang Mempunyai Anak Penyandang Down Syndrome

Main Article Content

Jenny Augta Schalwyk
Eli Prasetyo

Abstract

Down syndrome is a genetic condition that causes physical and mental delays due to abnormal development of chromosomes. For mothers, treating down syndrome in early childhood requires more attention because it is not an easy thing, beside that mothers have other tasks. In this case, treating down syndrome children require patience and desire from mothers. Patience and desire in mothers is a form of acceptance against children with down syndrome. This research aims to determine whether there is a correlation between resilience and mother’s acceptance who have children with down syndrome using quantitative methods. The research involved 60 mothers who have children with down syndrome and used a purposive sampling method. The measuring instrument used in the research was the Resilience Scale and Mother’s Acceptance Scale. The results of hypothesis testing through Kendall's Tau-B correlation analysis show a value of p = .000 (p < .05) and r = .434, so it can be concluded that there is a correlation between resilience and mother’s acceptance who have children with down syndrome.

Article Details

How to Cite
Schalwyk, J. A., & Prasetyo, E. (2026). Hubungan Resiliensi dan Penerimaan Ibu yang Mempunyai Anak Penyandang Down Syndrome. Psychopreneur Journal, 10(1), 39–50. https://doi.org/10.37715/psy.v10i1.5529
Section
Articles

References

Agustina, E., & Valentina, T. D. (2023). Penerimaan diri penyandang disabilitas. Psychopreneur Journal, 7(1), 29–45. https://doi.org/10.37715/psy.v7i1.3534

Allicia, & Adhyatma, M. D. R. (2020). Resiliensi ibu dari anak dengan down syndrome yang berprestasi dalam bidang olahraga. Experientia, 8(1), 47–58. https://doi.org/10.33508/exp.v8i1.2429

Amelasasih, P. (2016). Resiliensi orangtua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. PSIKOSAINS, 11(2), 72–81. https://doi.org/10.30587/psikosains.v11i2.638

Ariyanti, T. (2016). Pentingnya pendidikan anak usia dini bagi tumbuh kembang anak. Jurnal Dinamika Pendidikan Dasar, 8(1), 50–58. https://doi.org/10.30595/dinamika.v8i1.943

Azmi, M. (2017). Resiliensi pada orang tua yang memiliki anak down syndrome. Psikoborneo, 5(2), 266–272. http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i2.4373

Budiastuti, D., & Bandur, A. (2018). Validitas dan reliabilitas penelitian. Penerbit Mitra Wacana Media.

Chen, M. M., Hughes, T. M., Dossett, L. A., & Pitt, S. C. (2021). Peace of mind: A role in unnecessary care? Journal of Clinical Oncology, 40(5), 433–438. https://doi.org/10.1200/JCO.21.01895

Ferdyansyah, M., & Masfufah, U. (2022). Perkembangan dewasa madya sebuah studi kasus. Jurnal Flourishing, 2(9), 598–604. https://doi.org/10.17977/um070v2i92022p598-604

Fitriana, D., Jihansyah, I., & Luthfillah, M. (2022). Pentingnya pendidikan anak usia dini bagi tumbuh kembang anak. Journal of Childhood Education, 6(2), 562–583. https://doi.org/10.30736/jce.v6i2.1427

Hapsari, I. I., & Maulana, H. (2011). Perbedaan penerimaan diri orang tua yang memiliki abk berdasarkan keikutsertaan dalam kegiatan support group. Pespektif Ilmu Pendidikan, 23(XIV), 52–57. https://doi.org/10.21009/PIP.231.4

Hardi, N. F., & Sururi, L. F. M. (2022). Ketenangan jiwa dan psychological well-being: Studi pada santri mahasiswa di pondok pesantren. JPI: Jurnal Psikologi Islam, 1(2), 1–19. https://doi.org/10.31958/jps.v1i2.7300

Hurlock, E. (2006). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.

Indiarti, P. T., & Rahayu, P. P. (2020). Penerimaan ibu yang memiliki anak autis. Jurnal Psikologi Perseptual, 5(1), 34.

https://doi.org/10.24176/perseptual.v5i1.5087

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Ada apa dengan penyandang disabilitas intelektual. Warta Kesmas, 2023(1), 13–14. https://kesprimkom.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/Warta_Kesmas_Edisi_01_Tahun_2023.pdf

Khiyaroh, I. (2024). Pengaruh media sosial terhadap pola parenting orang tua terhadap anak. Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(1), 36–42. https://doi.org/10.58518/darajat.v7i1.2778

Lestari, F. A., & Mariyati, L. I. (2015). Resiliensi ibu yang memiliki anak down syndrome di sidoarjo. PSIKOLOGIA, 3(1), 141–155. https://doi.org/10.21070/10.21070/psikologia.v3i1.118

Li, X., & Meier, J. (2017). Father love and mother love: Contributions of parental acceptance to children’s psychological adjustment. Journal of Family Theory & Review, 9(4), 459–490.

https://doi.org/10.1111/jftr.12227

Maysa, P., & Khairiyah, U. (2019). Hardiness dan stress pengasuhan pada ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Jurnal RAP UNP, 10(1), 88–101. https://doi.org/10.24036/rapun.v10i1.105017

Mussen, P. H., Conger, J. J., Kagan, J., & Huston, A. C. (2008). Perkembangan dan kepribadian anak (6th ed.). Erlangga.

Olsson, M. B., & Hwang, C. P. (2001). Depression in mothers and fathers of children with intellectual disability. Journal of Intellectual Disability Research, 45(6), 535–543. https://doi.org/10.1046/j.1365-2788.2001.00372.x

Pallant, J. (2007). SPSS survival manual—A step by step guide to data analysis using SPSS for windows (3rd ed.). Open University Press.

Pallant, J. (2016). SPSS survival manual (6th ed.). McGraw-HillEducation.

Pancawati, R. (2013). Penerimaan diri dan dukungan orangtua terhadap anak autis. Psikoborneo, 1(1), 23–27. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v1i1.3281

Paramita, K. P., & Budisetyani, I. G. A. P. W. (2020). Penerimaan ibu terhadap kondisi anak down syndrome. Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus Kesehatan Mental dan Budaya 2, 28–36. https://doi.org/10.24843/

Pemerintah Pusat Indonesia. (2016). Undang-undang republik indonesia nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Jakarta.

Perkumpulan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS). (2024, April 29). Wawancara dengan Pengurus Yayasan POTADS Indonesia. Wawancara. Jakarta.

Rahma, M. S., & Indrawati, E. S. (2017). Pengalaman pengasuhan anak down syndrome (studi kualitatif fenomenologis pada ibu yang bekerja). Jurnal Empati, 7(3), 223–232. https://doi.org/10.14710/empati.2017.19752

Riskesdas, T. (2019). Laporan nasional riskesdas . Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Santoso, M. B., Wibhawa, B., & Ishartono, I. (2018). Penerimaan orang tua terhadap anak dengan retardasi mental. Share : Social Work Journal, 8(1), 31. https://doi.org/10.24198/share.v8i1.16111

Santrock, J. W. (2013). Adolescence. McGraw-Hill Education.

Saputra, H., Wakhid, A., & Choiriyyah, Z. (2018). Hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan orang tua anak down syndrome. Jurnal Perawat Indonesia, 2(2), 62–69. https://doi.org/10.32584/jpi.v2i2.41

Saputri, P. J., & Zirmansyah, Z. (2024). Pengaruh self-acceptance terhadap coping strategy orang tua dengan anak down syndrome di yayasan persatuan orang tua down syndrome (POTADS). Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 2(1), 192–204. https://doi.org/10.61132/observasi.v2i1.214

Sari, I. P., Ifdil, I., & Yendi, F. M. (2019). Resiliensi pada single mother setelah kematian pasangan hidup. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 4(3), 78. https://doi.org/10.23916/08411011

Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). Dasar metodologi penelitian. Literasi Media Publishing.

Valentia, S., Sani, R., & Anggreany, Y. (2017). Hubungan antara resiliensi dan penerimaan orang tua pada ibu dari anak yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD). Jurnal Psikologi Ulayat, 4(1), 43–57. https://doi.org/10.24854/jpu59

Vebrianto, A. R., & Satiningsih. (2021). Penerimaan ibu yang memiliki anak down syndrome. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(7), 152–165. https://doi.org/10.26740/cjpp.v8i7.42057

Wagnild, G. M., & Young, H. M. (1993). Development and psychometric evaluation of the Resilience Scale. Journal of nursing measurement, 1(2), 165–178. https://doi.org/10.5964/pch.v2i1.40

Wahyuni, S., Jumilah, B. S., Mariani, Y. K., & Sabambam, M. N. (2022). Model-model penerimaan orang tua dari penyandang disabilitas di kota malang. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 8(2), 170–186. https://doi.org/10.23887/jiis.v8i2.51884

Yuniardi, M. S., & Djudiyah. (2011). Support group therapy untuk mengembangkan potensi resiliensi remaja dari keluarga single parent di kota Malang. Psikobuana, 3(2), 135–140.

Zevanya, E., Indrarto, W., Lestari, D., & Widagdo, T. M. M. (2024). Maternal age increases the risk of down syndrome: A case-control study in Yogyakarta, Indonesia. Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana, 9(1), 3–9. https://doi.org/10.21460/bikdw.v9i1.636