PERANCANGAN BUSANA READY TO WEAR MENGGUNAKAN TEKNIK BORDIR DENGAN INSPIRASI MOTIF BENANG BINTIK

  • Dinar Octa Pratiwi Universitas Telkom
  • Sari Yuningsih

Abstract

Keanekaragaman seni dan budaya yang dimiliki Indonesia menjadi ciri khas yang dibanggakan setiap suku yang memilikinya. Salah satu ragam hias tersebut adalah ragam hias dari suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, yang dapat ditemukan pada batik khas Kalimantan Tengah yang disebut Benang Bintik, dengan motif Batang Garing yang selalu ada menjadi motif utama. Hingga saat ini penggunaan Benang Bintik hanya terbatas pada busana untuk kegiatan formal seperti upacara adat, pernikahan, seragam kerja, perlombaan, dan pagelaran seni. Dari sekian jenis penerapan produk Benang Bintik, hingga saat ini tidak banyak penerapan yang dapat ditemukan pada busana sehari-hari dan belum banyaknya fashion designer yang mengembangkan busana ready-to-wear dengan memanfaatkan inspirasi visual khas Benang Bintik yaitu motif Batang Garing dengan teknik penerapan bordir sebagai elemen dekoratif. Dengan menggunakan metode kualitatif , teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu studi literatur, observasi, wawancara dan eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi teknik bordir sebagai teknik pengaplikasian elemen dekoratif dengan inspirasi visual khas Benang Bintik yaitu motif Batang Garing. Hasil akhir penelitian berupa satu koleksi busana ready-to-wear dengan pengembangan corak khas Benang Bintik yaitu motif Batang Garing melalui penerapan teknik bordir. Busana ini menggunakan warna yang banyak digunakan oleh masyarakat Dayak Ngaju dalam membuat berbagai ragam hias agar tetap memuat nilai dan kepercayaan yang terkandung didalamnya. 
Published
2022-09-28
Section
Articles