PENCIPTAAN BUSANA HAUTE COUTURE DENGAN KONSEP BURUNG JALAK BALI

  • Dewa Ayu Putu Leliana Sari Institut Seni Indonesia Denpasar

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil luaran dari diseminasi p2s (penelitian dan penciptaan seni) pada tahun 2018 yang didanai oleh DIPA ISI Denpasar yang bertujuan untuk menciptakan  Busana Haute couture dengan konsep Jalak Bali berbahan endek tradisional Bali sehingga dapat melestarikan budaya yang ada.  Burung jalak Bali merupakan burung asli/endemic yang dimiliki oleh pulau Bali yang keberadaanya terancam punah. Ciri khas yang dimiliki jalak Bali yaitu berupa kicauannya yang indah, serta fisik/penampilannya yang memukau. Ciri khususnya yaitu memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam, serta pada bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu dengan warna biru cerah, mempunyai jambul yang indah. Keindahan Jalak Bali menarik untuk di wujudkan dalam penciptaan adibusana atau lebih dikenal dengan haute couture, menciptakan  busana  haute  couture menjadi  salah  satu  pilihan  yang  terbaik,  karena  selain  dibuat  dengan  teknik  penjahitan  yang  rumit,  busana  ini  juga  diciptakan  khusus  untuk  kalangan  tertentu,  sehingga  produk  yang  dihasilkan  tidak  mungkin  pasaran,  bahkan  tidak mudah  ditiru dan biasanya hanya diciptakan satu potong dan tidak diperbanyak. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini  menurut S.P Gustami (2007) yaitu tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan, namun sedikit diadaptasi berkaitan dengan proses desain fashion. Hasil penciptaannya berupa 5 buah busana haute couture yang terdiri dari 3 busana wanita dan 2 busana pria. Penggunaan kain endek dengan motif pepatran sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan Busana haute couture sebagai upaya untuk melakukan pelestarian kain-kain tradisional Bali  yang dewasa ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat dan banyak yang punah. Kain endek memliki ciri khas ragam hias dan penggunaannya yang sesuai dengan nilai-nilai sosial budaya setiap masyarakat.
Published
2021-08-03
Section
Articles