PERANCANGAN PLUS SIZE WOMENSWEAR DENGAN TERAPAN ILUSI OPTIK MENGGUNAKAN TEKNIK RESIST DYEING PADA BRAND VLI

  • Felicia Clarissa
  • Enrico Enrico
  • Fabio Ricardo Toreh

Abstract

Obesitas adalah masalah kesehatan yang sering ditemukan di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia yaitu World Health Organization (WHO) mengakui obesitas adalah masalah “globesity” yang artinya obesitas yang mendunia. Masalah ini ditunjukan dengan meningkatnya prevalansi obesitas pada orang dewasa di atas 18 tahun sebesar 21,8 persen dan juga prevalensi berat badan berlebih menjadi 13,6 persen di tahun 2018. Selain meningkatnya jumlah perempuan plus size di Indonesia, masalah lainnya yang dihadapi oleh perempuan plus size adalah fat shamming atau ejekan gendut. Penelitian menunjukan adanya pengaruh buruk yang ditimbulkan dari ejekan gendut terhadap kesehatan emosional, seperti menurunnya kepercayaan diri, minder dan cemas, bahkan depresi. Disamping itu, perempuan plus size yang ingin tampil fashionable dan mengikuti tren sering kali menemukan kendala pada style dan ukuran pakaian yang tidak cocok dengan bentuk tubuhnya. Mengamati masalah ini penulis melihat adanya peluang bisnis di bidang industri fesyen untuk perempuan plus size. Dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri pada perempuan plus size, penulis menciptakan koleksi pakaian dengan ilusi optik yang dapat memanipulasi bentuk tubuh. Perancangan ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif berupa observasi dan wawancara dengan narasumber. Proses perancangan menggunakan metode design thinking, seperti emphatise, de ne, ideate, prototype, dan test. Perancangan terdiri dari 5 desain dengan menerapkan ilusi optik dalam bentuk motif garis yang dibuat menggunakan teknik resist dyeing atau batik. Teknik piping juga digunakan yang berfungsi sebagai detail warna dan motif. Untuk mencapai ilusi yang diinginkan penulis menggabungkan warna gelap dengan warna terang pada desain.

Author Biographies

Felicia Clarissa
Obesitas adalah masalah kesehatan yang sering ditemukan di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia yaitu World Health Organization (WHO) mengakui obesitas adalah masalah “globesity” yang artinya obesitas yang mendunia. Masalah ini ditunjukan dengan meningkatnya prevalansi obesitas pada orang dewasa di atas 18 tahun sebesar 21,8 persen dan juga prevalensi berat badan berlebih menjadi 13,6 persen di tahun 2018. Selain meningkatnya jumlah perempuan plus size di Indonesia, masalah lainnya yang dihadapi oleh perempuan plus size adalah fat shamming atau ejekan gendut. Penelitian menunjukan adanya pengaruh buruk yang ditimbulkan dari ejekan gendut terhadap kesehatan emosional, seperti menurunnya kepercayaan diri, minder dan cemas, bahkan depresi. Disamping itu, perempuan plus size yang ingin tampil fashionable dan mengikuti tren sering kali menemukan kendala pada style dan ukuran pakaian yang tidak cocok dengan bentuk tubuhnya. Mengamati masalah ini penulis melihat adanya peluang bisnis di bidang industri fesyen untuk perempuan plus size. Dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri pada perempuan plus size, penulis menciptakan koleksi pakaian dengan ilusi optik yang dapat memanipulasi bentuk tubuh. Perancangan ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif berupa observasi dan wawancara dengan narasumber. Proses perancangan menggunakan metode design thinking, seperti emphatise, de ne, ideate, prototype, dan test. Perancangan terdiri dari 5 desain dengan menerapkan ilusi optik dalam bentuk motif garis yang dibuat menggunakan teknik resist dyeing atau batik. Teknik piping juga digunakan yang berfungsi sebagai detail warna dan motif. Untuk mencapai ilusi yang diinginkan penulis menggabungkan warna gelap dengan warna terang pada desain.
Enrico Enrico
Obesitas adalah masalah kesehatan yang sering ditemukan di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia yaitu World Health Organization (WHO) mengakui obesitas adalah masalah “globesity” yang artinya obesitas yang mendunia. Masalah ini ditunjukan dengan meningkatnya prevalansi obesitas pada orang dewasa di atas 18 tahun sebesar 21,8 persen dan juga prevalensi berat badan berlebih menjadi 13,6 persen di tahun 2018. Selain meningkatnya jumlah perempuan plus size di Indonesia, masalah lainnya yang dihadapi oleh perempuan plus size adalah fat shamming atau ejekan gendut. Penelitian menunjukan adanya pengaruh buruk yang ditimbulkan dari ejekan gendut terhadap kesehatan emosional, seperti menurunnya kepercayaan diri, minder dan cemas, bahkan depresi. Disamping itu, perempuan plus size yang ingin tampil fashionable dan mengikuti tren sering kali menemukan kendala pada style dan ukuran pakaian yang tidak cocok dengan bentuk tubuhnya. Mengamati masalah ini penulis melihat adanya peluang bisnis di bidang industri fesyen untuk perempuan plus size. Dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri pada perempuan plus size, penulis menciptakan koleksi pakaian dengan ilusi optik yang dapat memanipulasi bentuk tubuh. Perancangan ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif berupa observasi dan wawancara dengan narasumber. Proses perancangan menggunakan metode design thinking, seperti emphatise, de ne, ideate, prototype, dan test. Perancangan terdiri dari 5 desain dengan menerapkan ilusi optik dalam bentuk motif garis yang dibuat menggunakan teknik resist dyeing atau batik. Teknik piping juga digunakan yang berfungsi sebagai detail warna dan motif. Untuk mencapai ilusi yang diinginkan penulis menggabungkan warna gelap dengan warna terang pada desain.
Fabio Ricardo Toreh
Obesitas adalah masalah kesehatan yang sering ditemukan di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia yaitu World Health Organization (WHO) mengakui obesitas adalah masalah “globesity” yang artinya obesitas yang mendunia. Masalah ini ditunjukan dengan meningkatnya prevalansi obesitas pada orang dewasa di atas 18 tahun sebesar 21,8 persen dan juga prevalensi berat badan berlebih menjadi 13,6 persen di tahun 2018. Selain meningkatnya jumlah perempuan plus size di Indonesia, masalah lainnya yang dihadapi oleh perempuan plus size adalah fat shamming atau ejekan gendut. Penelitian menunjukan adanya pengaruh buruk yang ditimbulkan dari ejekan gendut terhadap kesehatan emosional, seperti menurunnya kepercayaan diri, minder dan cemas, bahkan depresi. Disamping itu, perempuan plus size yang ingin tampil fashionable dan mengikuti tren sering kali menemukan kendala pada style dan ukuran pakaian yang tidak cocok dengan bentuk tubuhnya. Mengamati masalah ini penulis melihat adanya peluang bisnis di bidang industri fesyen untuk perempuan plus size. Dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri pada perempuan plus size, penulis menciptakan koleksi pakaian dengan ilusi optik yang dapat memanipulasi bentuk tubuh. Perancangan ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif berupa observasi dan wawancara dengan narasumber. Proses perancangan menggunakan metode design thinking, seperti emphatise, de ne, ideate, prototype, dan test. Perancangan terdiri dari 5 desain dengan menerapkan ilusi optik dalam bentuk motif garis yang dibuat menggunakan teknik resist dyeing atau batik. Teknik piping juga digunakan yang berfungsi sebagai detail warna dan motif. Untuk mencapai ilusi yang diinginkan penulis menggabungkan warna gelap dengan warna terang pada desain.
Published
2020-07-20
Section
Articles