PERANCANGAN PAKAIAN B-LEISURE UNTUK WANITA KARIR DENGAN KONSEP TRANSFORMABLE PADA BRAND LAGOM

  • Devina Gunawan
  • Yoanita Kartika Sari Tahalele
  • Marini Yunita Tanzil

Abstract

Kian populernya sosok wanita karir milenial di Indonesia, berdampak pada peningkatan mobilitas keseharian wanita karir, yang semakin mengarah pada pola gaya hidup b-leisure, dan mendorong akan kebutuhan berpakaian praktis bagi wanita karir. Dengan adanya pergeseran pola perilaku konsumen, perancangan ini bertujuan mengatasi problema efektivitas berpakaian lewat nilai fungsionalitas pakaian yang menjadi daya tarik utama dari perancangan berkonsep transformable ini. Sebagai objek dari penelitian perancangan adalah wanita karir milenial bermobilitas tinggi, bergaya hidup b-leisure, dan pecinta fesyen. Penelitian ini bersifat kualitatif berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara expert, extreme users, dan observasi studi tipologi, serta bersifat kuantitatif berupa survei market. Terdapat pula data sekunder berupa kajian literatur yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel sebagai penunjang kajian literatur perancangan ini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebaruan konsep mendapat respon positif dan penerapan aspek-aspek desain seperti siluet tted-loose, smart-casual style, material, pewarnaan yang tidak monoton, serta motif minimalis modern sangat diminati. Dalam pengembangannya, penggunaan teknik adds on dan reversible sebagai penerapan konsep transformable harus dikemas secara user-friendly dan tetap fashionable. Karenannya, tujuan akhir brand Lagom adalah menciptakan perancangan pakaian ready to wear wanita berkonsep transformable empat hingga lima gaya berbeda yang dapat disesuaikan oleh konsumen secara personal, yang mendukung aktivitas wanita karir di tengah kepadatan kesehariannya untuk dapat mengenakan busana yang cocok dalam akitvitas b-leisure kapanpun secara praktis dan fungsional.

Author Biographies

Devina Gunawan
Kian populernya sosok wanita karir milenial di Indonesia, berdampak pada peningkatan mobilitas keseharian wanita karir, yang semakin mengarah pada pola gaya hidup b-leisure, dan mendorong akan kebutuhan berpakaian praktis bagi wanita karir. Dengan adanya pergeseran pola perilaku konsumen, perancangan ini bertujuan mengatasi problema efektivitas berpakaian lewat nilai fungsionalitas pakaian yang menjadi daya tarik utama dari perancangan berkonsep transformable ini. Sebagai objek dari penelitian perancangan adalah wanita karir milenial bermobilitas tinggi, bergaya hidup b-leisure, dan pecinta fesyen. Penelitian ini bersifat kualitatif berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara expert, extreme users, dan observasi studi tipologi, serta bersifat kuantitatif berupa survei market. Terdapat pula data sekunder berupa kajian literatur yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel sebagai penunjang kajian literatur perancangan ini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebaruan konsep mendapat respon positif dan penerapan aspek-aspek desain seperti siluet tted-loose, smart-casual style, material, pewarnaan yang tidak monoton, serta motif minimalis modern sangat diminati. Dalam pengembangannya, penggunaan teknik adds on dan reversible sebagai penerapan konsep transformable harus dikemas secara user-friendly dan tetap fashionable. Karenannya, tujuan akhir brand Lagom adalah menciptakan perancangan pakaian ready to wear wanita berkonsep transformable empat hingga lima gaya berbeda yang dapat disesuaikan oleh konsumen secara personal, yang mendukung aktivitas wanita karir di tengah kepadatan kesehariannya untuk dapat mengenakan busana yang cocok dalam akitvitas b-leisure kapanpun secara praktis dan fungsional.
Yoanita Kartika Sari Tahalele
Kian populernya sosok wanita karir milenial di Indonesia, berdampak pada peningkatan mobilitas keseharian wanita karir, yang semakin mengarah pada pola gaya hidup b-leisure, dan mendorong akan kebutuhan berpakaian praktis bagi wanita karir. Dengan adanya pergeseran pola perilaku konsumen, perancangan ini bertujuan mengatasi problema efektivitas berpakaian lewat nilai fungsionalitas pakaian yang menjadi daya tarik utama dari perancangan berkonsep transformable ini. Sebagai objek dari penelitian perancangan adalah wanita karir milenial bermobilitas tinggi, bergaya hidup b-leisure, dan pecinta fesyen. Penelitian ini bersifat kualitatif berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara expert, extreme users, dan observasi studi tipologi, serta bersifat kuantitatif berupa survei market. Terdapat pula data sekunder berupa kajian literatur yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel sebagai penunjang kajian literatur perancangan ini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebaruan konsep mendapat respon positif dan penerapan aspek-aspek desain seperti siluet tted-loose, smart-casual style, material, pewarnaan yang tidak monoton, serta motif minimalis modern sangat diminati. Dalam pengembangannya, penggunaan teknik adds on dan reversible sebagai penerapan konsep transformable harus dikemas secara user-friendly dan tetap fashionable. Karenannya, tujuan akhir brand Lagom adalah menciptakan perancangan pakaian ready to wear wanita berkonsep transformable empat hingga lima gaya berbeda yang dapat disesuaikan oleh konsumen secara personal, yang mendukung aktivitas wanita karir di tengah kepadatan kesehariannya untuk dapat mengenakan busana yang cocok dalam akitvitas b-leisure kapanpun secara praktis dan fungsional.
Marini Yunita Tanzil
Kian populernya sosok wanita karir milenial di Indonesia, berdampak pada peningkatan mobilitas keseharian wanita karir, yang semakin mengarah pada pola gaya hidup b-leisure, dan mendorong akan kebutuhan berpakaian praktis bagi wanita karir. Dengan adanya pergeseran pola perilaku konsumen, perancangan ini bertujuan mengatasi problema efektivitas berpakaian lewat nilai fungsionalitas pakaian yang menjadi daya tarik utama dari perancangan berkonsep transformable ini. Sebagai objek dari penelitian perancangan adalah wanita karir milenial bermobilitas tinggi, bergaya hidup b-leisure, dan pecinta fesyen. Penelitian ini bersifat kualitatif berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara expert, extreme users, dan observasi studi tipologi, serta bersifat kuantitatif berupa survei market. Terdapat pula data sekunder berupa kajian literatur yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel sebagai penunjang kajian literatur perancangan ini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebaruan konsep mendapat respon positif dan penerapan aspek-aspek desain seperti siluet tted-loose, smart-casual style, material, pewarnaan yang tidak monoton, serta motif minimalis modern sangat diminati. Dalam pengembangannya, penggunaan teknik adds on dan reversible sebagai penerapan konsep transformable harus dikemas secara user-friendly dan tetap fashionable. Karenannya, tujuan akhir brand Lagom adalah menciptakan perancangan pakaian ready to wear wanita berkonsep transformable empat hingga lima gaya berbeda yang dapat disesuaikan oleh konsumen secara personal, yang mendukung aktivitas wanita karir di tengah kepadatan kesehariannya untuk dapat mengenakan busana yang cocok dalam akitvitas b-leisure kapanpun secara praktis dan fungsional.
Published
2020-07-20
Section
Articles