KAJIAN PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI

  • Esti Dwi Rinawiyanti Universitas Surabaya
  • Linda Herawati Gunawan

Abstract

Pembelajaran kewirausahaan dimasukkan dalam kurikulum perguruan tinggi dengan maksud untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi seorang wirausaha setelah lulus kuliah nanti. Dengan demikian, mahasiswa bisa mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan, paling tidak untuk dirinya sendiri. Selain membekali mahasiswa dengan hard skills, mata kuliah tersebut juga membentuk soft skills wirausaha pada mahasiswa. Walaupun demikian, dalam pelaksanaannya, perlu dilakukan evaluasi pembelajaran, untuk mendapatkan umpan balik dari mahasiswa terkait dengan pembelajaran tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pembelajaran mata kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada sejumlah mahasiswa aktif yang mengikuti perkuliahan kewirausahaan dan inovasi (KWI). Hasil penelitian menyatakan bahwa dari analisis deskriptif mayoritas responden berasal dari fakultas teknik (55,3%), sebagian besar mempunyai IPK 2,51–3,00 (32,8%), berimbang antara laki-laki dan perempuan, mayoritas tinggal di rumah sendiri (47,2%), uang saku per bulan < 1 juta (50,1%), sebanyak 96,8% mahasiswa menyatakan perlu untuk diberikan mata kuliah KWI di universitas, dan mayoritas mahasiswa (89,7%) menyatakan bahwa dengan diberikannya mata kuliah KWI berpengaruh pada minat untuk berwirausaha di kalangan mahasiswa. Sedangkan untuk analisis pembelajaran KWI, ada lima materi yang perlu diberikan pada mata kuliah KWI yaitu (1) mental wirausaha, (2) inovasi, (3) mencari gagasan/ide usaha, (4) menghadapi risiko, dan (5) pemasaran, serta lima kegiatan utama yang perlu diadakan untuk melengkapi mata kuliah KWI meliputi: (1) kunjungan ke suatu usaha, (2) expo, (3) kuliah tamu, (4) success story, dan (5) business camp. Berdasarkan analisis SWOT dapat diketahui bahwa mata kuliah KWI ini dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk membuka usaha sendiri dan cukup dibekali dengan pengetahuan hard skill maupun soft skill. Secara keseluruhan analisis SWOT menyatakan bahwa kinerja perkuliahan KWI dinilai baik oleh mahasiswa dan terus perlu dilakukan perbaikan tiada henti sehingga mahasiswa semakin merasakan manfaat mata kuliah ini bagi penumbuhan minat wirausaha mahasiswa. Diharapkan hasil penelitian ini bisa memberikan masukan bagi peningkatan kualitas pembelajaran kewirausahaan selanjutnya.

References

Darpujianto. 2014. Pengaruh pembelajaran kewirausahaan
terhadap motivasi berwirausaha
pada mahasiswa STIE dan STMIK ‘ASIA’
MALANG, Jurnal JIBEKA, 8 (1): 21–30.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI).
2012. Strategi Perguruan Tinggi Mewujudkan
Entrepreneurial Campus. (Online), http://www.dikti.go.id/id/2012/02/03/
strategi-perguruan-tinggi-me-wujudkanentrepreneurial-
campus/, diakses tanggal
8 Mei 2014.
Johnson, D., Craig, J. B., & Hildebrand, R.
2006. Entrepreneurship education: towards
a discipline-based framework. Journal
of Management Development, 25 (1):
40–54.
Mahfud, T. & Pardjono. 2012. Praksis Pembelajaran
Kewirausahaan pada Unit Produksi
Jasa Boga, Jurnal Pendidikan Vokasi,
2 (1): 27–40.
Published
2017-02-08
Section
Articles