Sentralitas Aktor dan Distribusi Jaringan Komunikasi Kelompok Prostitusi di Media Sosial Twitter

  • Radita Gora Tayibnapis Universitas Satya Negara Indonesia
  • Oni Tarsani Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Satya Negara Indonesia

Abstract

Fenomena prostitusi di Indonesia kian menggeliat, di masa COVID 19 para pelaku prostitusi semakin menyebar dengan membentuk jaringan-jaringan baru perdagangan wanita di media sosial. Pembentukan jaringan di media sosial semakin memudahkan para pelaku prostitusi membentuk kelompok dan subkelompok baru sehingga akses untuk melakukan komunikasi antarpelaku prostitusi semakin mudah di media sosial. Upaya untuk menganalisis, peneliti menggunakan Teori Jaringan Sosial untuk menganalisis jaringan komunikasi antarpelaku prostitusi dan Computer Mediated Communication (CMC) untuk mendalami permasalahan perluasan jaringan dan pembentukan jaringan melalui metode campuran sekuensial eksplanatori. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa para pelaku prostitusi dapat melakukan perluasan jaringan secara masif melalui jaringan media sosial yang sudah meluas transaksi jaringannya. Selain itu, para pelaku prostitusi online di Twitter tersebar di seluruh kota di Jawa bahkan jaringan tersebut juga dapat meluas hingga luar Pulau Jawa. Motif dari perdagangan jasa seksual online ini tidak terlepas dari kebutuhan ekonomi. Kata kunci: prostitusi, sentralitas aktor, subkelompok, metode campuran, jaringan komunikasi
Published
2021-12-17