Manuver dan Momentum Politik Joko Widodo: Analisis Wacana Kritis #JKWVLOG

  • Patricia Robin
  • Shella Fendista
  • Alvin Adiwinata

Abstract

Bahasa merupakan elemen penting dalam kehidupan manusia yang menjadi perhatian pembahasan dalam karya ini. Wujudnya dalam bentuk audio visual tidak muncul begitu saja melainkan melalui beberapa tahap hingga akhirnya diterima dan dimaknai oleh penerima. Pembahasan kali ini membahas mengenai salah satu vlog Jokowi yang ditampilkan melalui Youtube dengan judul “Jalan Pagi Bareng Jan Ethes” yang diunggah pada 21 September 2019, yang menarik perhatian adalah waktu pengunggahan tayangan yang menggambarkan keakraban kakek dan cucu ketika Indonesia sedang diterpa isu negatif serta bencana. Pembahasan ini menggunakan metode penelitian kualitatif analisis wacana kritis (critical discourse analysis) oleh Norman Fairclough. Proses wacana atau bahasa dianalisis menggunakan tiga tahap, yaitu mikrostruktur, mesostruktur, dan makrostruktur. Tahapan mikrostruktur mengutamakan produksi teks yang tergambarkan dalam representasi (visual dan audio), hubungan, dan identitas. Hal ini berlanjut membahas mengenai sosok yang ambil peran dan bagian dalam video tersebut, yang kemudian dibagi menjadi produksi, konsumsi, dan reproduksi teks. Memasuki tahapan akhir berupa unsur sosiokultural mengambil peran sehingga dilihat dari level situasional, institusional, dan sosial. Hasil yang didapatkan adalah produksi teks yang ada dalam #JKWVLOG ini merupakan bentukan yang dilakukan untuk memperlihatkan suatu ideologi dari objek pembahasan, yaitu Presiden Joko Widodo dalam audio visual yang terlihat, melalui media bantu Youtube yang merupakan platform terbesar digunakan oleh masyarakat. Ideologi pribadi, kepala keluarga, sekaligus sebagai sosok kepala negara yang ingin ditampilkan terwujud jelas dalam setiap teks di video, namun teralihkan dengan timing penggunggahan video yang kurang tepat, di tengah kemelut masalah yang sedang terjadi di Indonesia.
Published
2020-04-01