Membangun Kemandirian Ekonomi Kreatif bagi Perempuan Disabilitas melalui Fesyen Berkelanjutan
Main Article Content
Abstract
Industri fashion dikenal sebagai salah satu sektor penyumbang limbah tekstil terbesar, terutama dalam bentuk potongan kain perca yang sering kali dianggap tidak bernilai. Fenomena ini justru membuka peluang untuk menciptakan model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga mengedepankan nilai sosial dan keberlanjutan lingkungan. Program ini melibatkan 10 perempuan penyandang disabilitas daksa dari komunitas Kinarya Digdaya yang memiliki keterampilan dasar menjahit dan menyulam, namun hanya memproduksi untuk kebutuhan pribadi atau pesanan skala kecil. Melalui program pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan teknis dalam mengolah limbah perca menjadi produk fashion bernilai jual tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang menelusuri proses pemberdayaan mulai dari peningkatan aspek teknis, pengembangan desain kreatif, hingga manajemen usaha kecil dan strategi pemasaran digital berbasis komunitas. Metode pelaksanaan meliputi demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif yang diakhiri dengan evaluasi kualitas, fungsi, dan estetika produk. Hasil program menunjukkan bahwa pengolahan limbah perca mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian kelompok perempuan disabilitas. Limbah tekstil yang semula dipandang sebelah mata dapat ditransformasikan menjadi sumber daya produktif yang membawa manfaat ekonomi bagi komunitas serta dampak positif bagi kelestarian lingkungan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Afidah, I. & Russanti, I. (2022). Faktor eksternal yang mempengaruhi kreativitas mendesain busana. Jurnal Online Tata Busana, 11(2), 137–153. https://doi.org/10.26740/jurnal-online-tata-busana.v11i2.49387
Budidharmanto, L. P., Subadi, L. C., Wono, H. Y., Yahya, E. L., & Agustina, K. E. (2023). Enhancing student learning in tourism program through a technology-based constructive learning model: The case of Universitas Ciputra. Business and Finance Journal, 8(1), 84–92. https://doi.org/10.33086/bfj.v8i1.4128
Cahyati, A. D., & Choirunnisa, N. M. (2022). Pengembangan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 13(3), 453-456. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v13i3.4923
Fan, W., Wang, Y., Liu, R., Zou, J., Yu, X., Liu, Y., Zhi, C., & Meng, J. (2024). Textile production by additive manufacturing and textile waste recycling: A review. Environmental Chemistry Letters, 22(4), 1929–1987. https://doi.org/10.1007/s10311-024-01726-2
Gondoputranto, O., Raharja, I. G. M., Ratna, T. I., & Pebryani, N. D. (2024). The digital paradox when future and tradition co-exist: Contemporary fashion with augmented reality. ARCHive-SR, 8(1). https://doi.org/10.21625/archive.v8i1.1049
Hartiningrum, E., Maarif, S., & Rakhmawati, N. (2020). Pemanfaatan limbah kain perca menjadi produk bernilai ekonomis. COMVICE: Journal of Community Service, 4(2), 37-42. https://doi.org/10.26533/comvice.v4i2.667
Hartono, V. O., Darmagati, M. J. R. I., Lauw, F., Kongdoro, A., Armelia, A., Halim, W., Gizella, G., & Soelistyowati, S. (2024). Program pelatihan pemanfaatan sisa bahan perca untuk produksi busana binatang peliharaan pada Desa Bungurasih. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(1), 473-487. https://doi.org/10.33024/jkpm.v7i1.12976
Jiu, Z., & Sethi, M. H. (2025). Is upcycling the best approach for designers to contribute to sustainable textile industry? TEXTILE, 23(2), 276–288. https://doi.org/10.1080/14759756.2025.2465167
Juanga-Labayen, J. P., Labayen, I. V., & Yuan, Q. (2022). A review on textile recycling practices and challenges. Textiles, 2(1), 174–188. https://doi.org/10.3390/textiles2010010
Ogwu, M. C., & Kosoe, E. A. (2025). Innovative approaches to recycling, upcycling, and downcycling for sustainable waste management. CleanMat, 2(3), 242–261. https://doi.org/10.1002/clem.70013
Rahadiyanti, M., Soelistyowati, S. & Sudyasjayanti, C. (2024). Pemberdayaan community-based womanpreneur: Efektivitas pada produksi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Omah Batik Mojo dengan menggunakan canting cap di Desa Mojowangi Kecamatan Mojowarno-Kabupaten Jombang. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(1), 441–449. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i1.1215
Soelistyowati, S., Budi, H. S., & Sudyasjayanti, C. (2022). PKM pemberdayaan pengrajin batik bercorak lokal menggunakan bahan sutera di Kabupaten Blitar dalam upaya peningkatan perekonomian. Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM), 4(2), 183–188. https://doi.org/10.37715/leecom.v4i2.3563
Soelistyowati, S., & Enrico, E. (2021). Pelatihan pengembangan potensi usaha batik ciprat untuk penyandang disabilitas Kabupaten Blitar. Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM), 3(2), 19-24. https://doi.org/10.37715/leecom.v3i2.2329
Soelistyowati, S., Rahadiyanti, M., & Toreh, F. R. (2023). Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui keterampilan membuat hijab kreasi di Kelurahan Lakarsantri, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM), 5(2), 99–110. https://doi.org/10.37715/leecom.v5i2.3703
Tusaasiirwe, P., Kwesiga, P., & Njeru, S. N. (2025). Upcycled art production from post-consumer textile waste to foster environmental sustainability awareness. TEXTILE, 23(3–4), 617–637. https://doi.org/10.1080/14759756.2025.2515746
Wibisono, Y. P., Primasari, C. H., & Setiawan, D. (2021). Pendampingan dan pembuatan konten video untuk mendukung pemasaran melalui media sosial bagi UMKM fashion. Jurnal Pengabdi, 4(2), 113-121. https://doi.org/10.26418/jplp2km.v4i2.45995

