Framing Kompas.com Terhadap Pemberitaan Akun Fufufafa: Perspektif Pan dan Kosicki

Main Article Content

Eleonora Andi Juita
Veki Edizon Tuhana
Abner P.R.M Sanga

Abstract

Fenomena viral akun anonim fufufafa yang menimbulkan perdebatan publik dan perhatian media arus utama. Kompas.com sebagai salah satu media portal berita terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat melalui pemberitaan yang disajikan. Penelitian ini ingin melihat bagaimana media Kompas.com membingkai isu akun fufufafa dengan menggunakan model framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kompas.com membingkai pemberitaan mengenai akun Fufufafa menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang mencakup empat struktur framing: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivisme, memandang berita sebagai hasil konstruksi sosial. Data penelitian diambil dari sembilan artikel berita Kompas.com terkait akun Fufufafa yang dipublikasikan pada periode 10–14 September 2024. Data dianalisis menggunakan model framing Pan dan Kosicki dengan fokus pada penyusunan berita (headline, lead, Latar informasi, sumber kutipan, pernyataan dan penutup), kelengkapan informasi (5W+1H), tema utama, serta pilihan gaya bahasa dan elemen visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com membingkai isu Fufufafa sebagai fenomena kontroversial dengan penekanan pada aspek sosial-politik. Pada struktur sintaksis, berita disusun menonjolkan kronologi kasus, klarifikasi tokoh, dan tanggapan publik. Secara skrip, pemberitaan mengikuti pola 5W+1H untuk memberikan konteks komprehensif. Dalam aspek tematik, Kompas.com lebih menonjolkan kontroversi dan implikasi sosial daripada sekadar fakta teknis, sementara secara retoris digunakan diksi formal dan netral untuk menjaga kredibilitas media, disertai visualisasi unggahan akun dan kutipan pihak terkait. Kesimpulan penelitian ini adalah framing Kompas.com cenderung menempatkan akun Fufufafa sebagai isu publik yang memicu diskursus politik dan budaya digital. Kompas.com mengedepankan gaya peliputan objektif, tetapi framing yang dipilih memperlihatkan orientasi pada pembentukan opini publik tentang signifikansi kasus tersebut.

Article Details

How to Cite
Juita, E. A., Tuhana, V. E., & Sanga, A. P. (2026). Framing Kompas.com Terhadap Pemberitaan Akun Fufufafa: Perspektif Pan dan Kosicki. Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(1), 19–29. https://doi.org/10.37715/calathu.v8i1.6454
Section
Articles

References

Abubakar, H. R. (2021). Pengantar metodologi penelitian. SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga.

Alrizki, D., & Aslinda, C. (2022). Analisis Framing Pemberitaan Indonesia Tidak Lockdown di kompas. com dan detik. com. Journal of Political Communication and Media, 1(01), 24–36.

Anshori, M., & Iswati, S. (2019). Metodologi penelitian kuantitatif: edisi 1. Airlangga University Press. Arif, M. (2014). Dasar-dasar kajian budaya dan media.

Berger, P., & Luckmann, T. (2016). The social construction of reality. In Social theory rewired (pp. 110–122). Routledge.

Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Harvard university press.

Caesar Maulana, G., & Wulandari Putri, T. (2024). Analisis Framing Model Zongdang Pan Dan Gerald M. Kosicki Terhadap Berita Kecelakaan PT. Kereta Api Indonesia Di Cicalengka Bandung Pada Media Online BBC News Indonesia. Jurnal Syntax Admiration, 5(12), 5855–5866. https://doi.org/10.46799/jsa.v5i12.1915

Christopherson, K. M. (2007). The positive and negative implications of anonymity in Internet social interactions:“On the Internet, Nobody Knows You’re a Dog.” Computers in Human Behavior, 23(6), 3038–3056.

Eriyanto, A. F. (2002). Konstruksi. Ideologi Dan Politik Media, Yogyakarta: LKIS.

Febriyanti, Z., & Karina, N. R. N. (2021). Konstruksi Berita CNN Indonesia Tentang Gibran Rakabuming Raka Pasca Pilkada Serentak Kota Solo 2020: Analisis Framing Perspektif Zhongdang Pan-Gerald M Kosicki. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 2(06), 146–155.

Hidayat, D. (2002). Metodologi Penelitian dalam Sebuah" Multi-Paradigm Science". Mediator: Jurnal Komunikasi, 3(2), 197–220.

Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode penelitian kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).

Mulyana, D. R. D. (2002). Analisis Framing Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Lkis Pelangi Aksara. Pamuji, E. (2019). Media Cetak Vs Media Online. Unitomo Press.

Romli, M., & Syamsul, A. (2012). Jurnalistik Online: Jurnalistik Masa Depan. Nuansa Cendekia Rosdakarya.

Saptiawan, I. H. (2018). Dari Anonim Kembali ke Anonim. SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 80–88.

Sativa, D. (2010). Media online dan pemenuhan kebutuhan informasi (studi korelasi antara aktivitas menggunakan media online kompas. com dengan pemenuhan kebutuhan informasi di kalangan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi swadana transfer angkatan 2008 fisip uns).

Satyaninrum, I. R., Tahirs, J. P., SE, M. M., Bhaga, B. J., Kpalet, P., Agustikawati, N., Aisyah, S., & SH I, M. H. (2022). Metodologi Penelitian. Cendekia Publisher.

Shoemaker, P. J. (1996). Mediating the message: Theories of influences on mass media content. Long Man.

Sobur, A. (2001). Analisis teks media: suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis semiotik dan analisis framing. Remaja Rosdakarya Bandung.

Suprobo, T. (2014). Analisis Framing Media Online Dalam Pemberitaan Profildan Kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti. Prodi Ilmu Komunikasi UniversitasKristen Satya Wacana.

Vinanda, R. A., & Lokita, R. A. M. (2024). Influencer Politik dan Penggiringan Opini Publik Isu Fufufafa di Media Sosial X. Kinesik, 11(3), 366–382. Zajácz, R. (2013). WikiLeaks and the problem of anonymity: A network control perspective. Media, Culture & Society, 35(4), 489–505. https://doi.org/10.1177/0163443713483793