TERAPI PEMURNIAN DARAH SEBAGAI TATALAKSANA PASIEN COVID-19 DENGAN KRITERIA SAKIT BERAT DAN KRITIS

  • Aldy Dion
Keywords: COVID-19, badai sitokin, terapi pemurnian darah, gagal ginjal akut, gagal organ multipel

Abstract

COVID-19 telah menyebar di banyak wilayah dan negara sejak akhir 2019, sehingga menjadi permasalahan kesehatan paling berat yang dihadapi umat manusia hingga saat ini. Sebagian besar pasien yang terinfeksi COVID-19 memiliki kriteria sakit ringan namun beberapa pasien berkembang hingga masuk kriteria sakit berat bahkan kritis, data epidemiologi menunjukkan setidaknya 20% pasien COVID-19 termasuk dalam kriteriasakit berat. Selain gangguan sistem pernafasan, komplikasi berbahaya yang dapat terjadi yaitu gagal ginjal akut hingga gagal organ multipel sebagai konsekuensi akibat badai sitokin yang tidak terkontrol yang dapat mengakibatkan kematian. Secara garis besar tujuan dari penulisan yaitu menyampaikan peranan terapi pemurnian darah bagi pasien COVID-19 yang termasuk dalam kriteria sakit berat dan kritis untuk mengatasi badaisitokin sehingga dapat menurunkan angka mortalitas. Inti yang harus diperhatikan dalam penggunaan terapi pemurnian darah yaitu evaluasi pasien yang membutuhkan terapi, pemilihan terapi yang sesuai bagi pasien, waktu yang tepat untuk memulai terapi, pengawasan kondisi pasien saat terapi dan waktu penghentian terapi yang tepat. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dalam bidang medis terutama pada terapipemurnian darah sehingga diketahui terapi ini memegang peranan penting dalam melawan badai sitokin yang dipicu oleh infeksi COVID-19 dan respons imunitas dari pasien yang berlebihan, sehingga diharapkan dengan digunakannya terapi ini dapat menghasilkan prognosis yang lebih baik bagi pasien. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya didapati terapi pemurnian darah memiliki peran potensial dan prospek bagus dalam tatalaksana pasien COVID-19 dengan kriteria sakit berat dan kritis.
Published
2022-02-20