POST COVID-19 PATIENT MANAGEMENT AND NEW NORMAL IMPLEMENTATION

  • Etha Rambung
Keywords: Post-COVID-19, implementasi new normal, rehabilitasi, manifestasi neurologis

Abstract

Jumlah pasien COVID-19 terus meningkat sejak pertama kali infeksi ini menyerang. Korban yang berjatuhan juga tidak sedikit, tidak terkecuali dari kalangan medis. Data yang diperoleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menunjukkan jumlah kasus konfirmasi COVID-19 paling tinggi pada kelompok usia produktif dengan angka kematian paling tinggi pada pria. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan. Kemampuan beradaptasiperlu dibangun. Pemerintah telah menetapkan protokol adaptasi dengan tatanan normal baru (new normal). Tatanan normal baru adalah menjalankan aktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Ada tiga protokol yang harus diperhatikan masyarakat yaitu mencegah droplet, menghindari kerumunan, seleksi dan isolasi. Masyarakat diharapkan dapat menerapkan protokol ini menjadi kebiasaan baru, baik secara individual maupun sosial. Mengingat pentingnya penanggulangan COVID-19 ini, maka selain memberikan edukasi, pemerintah telah menetapkan regulasi agar masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan. Bagi masyarakat yang melanggar tentu saja akan dikenakan sanksi sesuai regulasi yang ada. Data yang dikumpulkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga menunjukkan jumlah penderita yang sembuh terus mengalami peningkatan. Pasien post-COVID-19 yang sudah sembuh dan kadang masih mengeluhkan mudah sesak, lelah dankelemahan otot dianjurkan untuk melakukan rehabilitasi medik di layanan primer terdekat dari tempat tinggal mereka. Ada beberapa level latihan yang dapat dilakukan dalam rehabilitasi ini sesuai dengan kondisi fisik pasien. Rehabilitasi medik pasien di layanan primer, selain untuk pasien post- COVID-19 juga dapat dilakukan pada pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan. COVID-19 menyerang alveoli dan kapiler. Serangan pada kapiler menyebabkan aktivasi faktor koagulasi dan penggunaan faktor pembekuan darah. Hal ini dapat menyebabkan mikrotrombin sehingga terjadi stroke. Manifestasi neurologis terjadi pada sekitar 36,4% - 69% pasien COVID-19 dengan gejala yang bervariasi dari yang paling ringan seperti anosmia sampai GBS, encephalitis dan lain-lain.
Published
2022-02-20