THERAPY AND SUPPORTIVE CARE

  • Jemima Lewi Santoso
Keywords: COVID-19, obat, komunikasi

Abstract

Webinar ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang terapi dan perawatan suportif terhadap infeksi virus COVID-19. Webinar ini membahas terapi COVID-19 pada dewasa, anak-anak, pencegahan dan farmakoterapi COVID-19 pada pasien diabetes mellitus dan komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan masyarakat selama pandemi COVID-19. Pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19) telah muncul sebagai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini. Penyakit ini menyebabkan peningkatan jumlah penderita dewasa yang sangat tinggi dan jumlah kematian yang tinggi dalam waktu singkat. Prevalensi COVID-19 pada anak-anak sangat kecil namun juga rentan menderita penyakit ini. Penatalaksanaan dan terapi penderita yang digunakan saat ini berdasarkan derajat keparahan penyakit, kemampuan pemantauan efek samping obat (ESO) dan terkonfirmasinya seseorang oleh virus ini. Terapi definitif untuk penyakit COVID-19 belum ada sampai saat ini. Terapi saat ini merupakan “drug in emergency situation”. Obat yang digunakan adalah antiviral, inhibitor inflamasi, golongan klorokuin, seroterapi (plasma konvalesen), antikoagulan, dan obat atau penunjang lainnya. Pemilihan obat untuk penderita ini disesuaikan pada ketersediaan obat. Penelitian tentang terapi definitif COVID-19 sedang dilakukan di berbagai tempat sehingga diperlukan informed consent. Pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta diabetes mellitus mempunyai case fatality rate yang lebih tinggi. Interaksi kompleks antara COVID-19, diabetes, dan efekterapi terkait sedang dipelajari. Pemeriksaan berkala pada pasien COVID-19 dengan diabetes mellitus mutlak diperlukan dengan pertimbangan yang cermat dari para klinisi. Komunikasi menjadi bagian penting menghadapi ancaman pandemik untuk membangun kepercayaan publik dan menjaga agar tidak terjadi kepanikan dan penanganan pandemik berjalan lancar. Komunikasi di bidang kesehatan telah diatur WHO dan Kemenkes dalam bentuk pedoman, protokol dan media informasi. Pilar komunikasi terkait COVID-19 berupa himbauan, koordinasi, pemberian akses informasi, serta pengarusutamaan. Komunikasi penting dilakukan antara pasien (dan keluarga atau wali pasien) dan tenaga kesehatan pada layanan kesehatan.
Published
2022-02-19