MANAGEMENT IN HOSPITAL, OUT-PATIENT UNIT AND EMERGENCY SETTING

  • Natalia Yuwono
Keywords: COVID-19, manajemen, rumah sakit, IGD, poliklinik, ICU

Abstract

Corona menjadi permasalahan kesehatan dunia yang polemik saat ini. WHO menyatakan bahwa pandemi penyakit virus corona atau COVID-19 meningkat dan mencapai 30.675.675 kasus konfirmasi di seluruh dunia dengan angka kematian sebesar 3,11%. Jumlah negara yang terdampak oleh COVID-19 sebesar 215 dengan 180 negara yang memiliki transmisi lokal. Indonesia merupakan salah satu negara dengan transmisi lokal dan memiliki jumlah kematian yang cukup tinggi. Jumlah kasus yang terkonfirmasi di Indonesia sebanyak 244.676 dengan angka kematian sebesar3,9%. Salah satu cara untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 adalah dengan manajemen pasien di rumah sakit yang baik. Manajemen pasien ini meliputi manajemen di instalasi gawat darurat (IGD), rawat jalan/poliklinik dan intensive care unit (ICU). Pada IGD penanganan pasien COVID-19 saat triase, primary survey yang cepat dan tepat serta secondary survey dengan metode SAMPLE berperansangat penting. Rumah sakit yang memiliki sistem pengaturan alur khusus untuk pasien COVID-19, selain ruang isolasi baik pada IGD, poliklinik dan ICU, dapat membantu pencegahan penularan di area Rumah Sakit. Adanya Tim Satgas COVID-19 yang berkomunikasi dan berkoordinasi di tingkat kota dapat membantu penanganan pasien COVID-19 yang adekuat. Panduan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) rumah sakit juga menjadi acuan standarisasi pengendalian infeksi. Penggunaan APD level 3 pada semua tenaga kesehatan serta adanya pembatas di poliklinik juga dapat memproteksi dan mengurangi penularan COVID-19 di area Rumah Sakit.
Published
2022-02-19