MANIFESTASI KULIT PADA COVID-19

  • Stefani Nurhadi
Keywords: Manifestasi kulit, COVID-19, SARS-CoV-2, COVID toes, pseudo chilblain

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang di mulai dari kota Wuhan, China pada Desember 2019. Saat ini, COVID-19 sudah menjadi pandemi di banyak negara secara global termasuk Indonesia. COVID-19 memiliki gejala utama demam, batuk kering dan kelelahan. Keluhan tersebut dapat disertai dengan nyeri otot maupun sendi, hidung buntu, sakit kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, kehilangan fungsi indra pengecap dan pembau. Namun info terbaru dari WHO, gejala penyerta juga termasuk ruam kulit dan perubahan warna jari tangan atau kaki. Publikasi temuan ruam kulit pada pasien COVID-19 yang awalnya ditulis oleh Recalcati akhirnya diikuti dengan temuan-temuan berikutnya dari berbagai negara yang mengkonfirmasi adanya manifestasi kulit pada COVID-19. Terdapat 6 penggolongan berdasarkan bentuk lesi yaitu ruam makulopapular morbilliformis (tersering), urtikaria, erupsi vesikuler menyerupai cacar air, pseudo-chilblain (COVID toes), livedoid atau lesi nekrotik dan ruam makulopapular lainnya. Manifestasi kulit pada COVID-19 dapat dikelompokkan berdasarkan etiopatofisiologinya yaitu primer oleh karena eksantema virus, sekunder oleh sebab vasculitis dan vaskulopati trombotik dan juga adanya kemungkinan reaksi efek samping/interaksi obat. Manifestasi kulit dapat muncul sebelum, pada awal dan sesudah muncul gejala COVID-19. Pengenalan gejala kulit dini disertai tanda lainnya dapat meningkatkan kewaspadaan untuk deteksi dini COVID-19. Beberapa manifestasikulit juga dihubungkan dengan tingkat keparahan penyakit. Sehingga adanya lesi kulit juga dapat digunakan untuk membantu menentukan prognosis pasien. Namun karena penyakit ini masih baru maka diperlukan penelitian lebih lanjut tentang manifestasi kulit pada COVID-19 sehingga ke depannya diagnosis dan prediksi prognosis dapat lebih akurat.
Published
2022-02-19