MENUMBUHKAN MINDSET KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA

  • Lucia Kurniawati
  • Ferrynela Purbo Laksono
  • Fransiska Desiana Pranatasari

Abstract

Pandemi Covid 19 menyebabkan aktivitas pariwisata sempat terhenti pada pertengahan tahun 2020. Banyak daya tarik wisata yang menghentikan kegiatannya mengikuti anjuran dari pemerintah. Tak terkecuali dengan daya tarik wisata yang berada di wilayah pedesaan Daya tarik wisata Pancuran Tuk Bulus salah satunya. Kawasan lembah sungai yang terletak di Dusun Tegalbalong, Kelurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak Kabupaten Sleman ini pada saat sebelum pandemi sudah menampakkan aktivitas pariwisatanya. Dengan potensi mata air berlimpah yang dimilikinya, Pancuran Tuk Bulus mengundang wisatawan lokal setempat untuk menikmati kejernihan dan kesegaran air serta suasana alami yang mengelilingi kawasan tersebut. Namun mereka harus berhenti beroperasi sementara karena pandemi. Namun demikian, pengelola dan masyarakat Dusun Tegalbalong tidak berhenti dalam mengembangkan daya tarik wisata Pancuran Tuk Bulus tersebut. Mereka justru melihat ini sebagai peluang untuk terus mengembangkan Pancuran Tuk Bulus agar menjadi semakin siap menerima kunjungan dari wisatawan dari wilayah yang lebih luas. Dalam hal ini perlu adanya pendampingan. Mereka merespons positif inisiatif perguruan tinggi untuk terlibat dalam pengembangan Pancuran Tuk Bulus. Pada kesempatan ini, Tim abdimas pengabdian masyarakat memberikan pendampingan tentang growth mindset untuk pengembangan kelembagaan daya tarik wisata Pancuran Tuk Bulus. Terdapat beberapa pendekatan dalam kegiatan pengabdian. Pertama kegiatan pendampingan dengan melalui media Whatsapp dan secara tatap muka terbatas. Kedua dengan menggunakan pelatihan berupa talk show dengan melalui zoom meeting. Dan ketiga memberikan membuat video.
Published
2022-06-21
Section
Articles