PEMBENTUKAN KOMUNITAS USAHA PENGOLAHAN HASIL LAUT DAN HASIL BUMI MASYARAKAT MANGGARAI BARAT - NUSA TENGGARA TIMUR

  • Diyah Tulipa
  • Veronika Rahmawati
  • Dyna Rachmawati
  • Ignatius Srianta

Abstract

Labuan Bajo – Manggarai Barat – Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan yang hendak mengunjungi Pulau Komodo ataupun Wae Rebo. Pembangunan infrastruktur dari pemerintah dan banyaknya investor baik domestic maupun asing dalam membangun hotel dan tempat makan tidak memberikan dampak secara langsung bagi peningkatan ekonomi penduduk setempat. Desa nelayan Rangko merupakan salah satu desa yang berada dalam lingkungan pembangunan infrastruktur namun masih memiliki tata cara kehidupan tradisional dan berpenghasilan rendah. Survei awal dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat dan potensi produk yang akan dikembangkan. Hasil survei menunjukkan hasil alam yang melimpah berupa gurita dan ikan menjadi sumber penghasilan penduduk. Namun penjualan hasil laut mentah memiliki harga jual yang relatif rendah. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk memberikan nilai tambah bagi produk olahan tersebut. Tujuan pembuatan produk olahan berbahan dasar ikan selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat juga digunakan sebagai produk oleh-oleh khas daerah Labuan Bajo. Kelompok kedua adalah masyarakat urban Labuan Bajo yang memiliki hasil bumi berupa pisang. Komunitas yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat urban di Labuan Bajo telah membuat produk keripik pisang namun belum dapat dikomersialisasikan. Oleh karena itu dilakukan juga pelatihan dalam pembuatan keripik pisang yang higienis dan sederhana namun dikemas secara modern. Pelatihan yang diberikan melalui video tutorial pembuatan produk olahan. Harapannya masyarakat dapat melakukan produksi secara mandiri dan menjual produknya pada mitra yaitu Denny’s Mart retailer setempat.
Published
2022-06-21
Section
Articles