PENGEMBANGAN NILAI EKONOMI TIKAR PANDAN MENJADI B-CRAFT MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ARDIREJO KECAMATAN SAMBENG LAMONGAN

  • Fajar Muharram Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Choirun Nisak Aulina Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Joko Susilo Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Keywords: nilai ekonomi, tikar pandan, pemberdayaan

Abstract

Di Desa Ardirejo terdapat banyak warga yang mata pencahariannya menghasilkan tikar dengan bahan baku daun pandan. Selain daun pandan di daerah ini banyak juga ditemukan daun Gebang yang karakteristiknya hampir sama dan tingkat keawetannya lebih bagus dari daun pandan. Selama ini masyarakat Desa Ardirejo hanya memanfaatkan daun pandan menjadi anyaman tikar. Dari hal tersebut maka dilakukan pelatihan dan pendampingan bagi ibu-ibu wali murid TK agar lebih produktif dengan menginovasi hasil anyaman daun pandan dan gebang menjadi B-Craft yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Hasil dari pelatihan dan pendampingan yang dilakukan terdapat peningkatan nilai jual dari tikar yang seharga Rp 40.000 menjadi karya inovatif sandal, tas, dan miniatur bangunan dengan kisaran harga Rp 60.000 s.d 150.000. Maka pemberian pelatihan dan pendampingan membantu ibu-ibu lebih produktif dan meningkatkan perekonomian keluarga.

References

Aziz, Moh Ali dkk. 2005. Dakwah Pemberdayaan
Masyarakat Paradigma Aksi Metodologi.
Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Sumodiningrat, Gunawan. 1998. Membangun
Perekonomian Rakyat. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.

Chambers, Robert. 1995. Poverty and Livelihood:
Whose Reality Counts. Discussion
Paper 347. Brighton: Institute of Development
Studies.

Chambers, Robert. 1995. Lembaga Penelitian,
Pendidikan, Penerangan Ekonomi, dan Sosial.
Pembangunan Desa Mulai dari Belakang.
Jakarta.

UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan
Daerah Menegaskan Terkait tentang
Memberdayakan Masyarakat, Menumbuhkembangkan
Prakarsa dan Kreativitas, serta
Meningkatkan Peran Serta Masyarakat.
Published
2019-12-20
Section
Articles