PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP RUANG PUBLIK: ANALISIS SENSE OF PLACE ASIA AFRIKA BANDUNG

Main Article Content

Keysha R. Aisy
Jasmine Zahra Fernando
Imam Nur Husain
Irfan Sabarilah Hasim

Abstract

Kawasan Asia Afrika di Bandung merupakan ruang publik warisan budaya yang memadukan nilai-nilai sejarah dengan aktivitas perkotaan yang dinamis. Meskipun memiliki karakter visual yang kuat dan makna simbolis, kualitas pengalaman publik di kawasan ini belum sepenuhnya dipahami secara konseptual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur persepsi pengunjung dan menganalisis pembentukan rasa tempat dalam konteks ruang publik warisan budaya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui pertanyaan terbuka dari 101 responden. Analisis dilakukan menggunakan pengkodean terbuka dan pengkodean aksial untuk membangun kategori konseptual secara induktif. Hasil open coding menunjukkan bahwa persepsi pengunjung dibentuk oleh berbagai dimensi pengalaman multisensorik, termasuk suasana, karakter visual, aktivitas, kenyamanan, dan kondisi lingkungan. Selain itu, pengkodean aksial mengelompokkan temuan ini ke dalam empat dimensi utama: Rasa Tempat, Kenyamanan Fungsional, Pengelolaan Kerumunan, dan Dukungan Lingkungan, dengan elemen arsitektur warisan budaya bertindak sebagai pemicu identitas. Dominasi dimensi Rasa Tempat menunjukkan bahwa kawasan tersebut dipandang lebih sebagai tempat yang sarat makna daripada sekadar ruang fungsional. Makna ini terbentuk melalui interaksi antara nilai-nilai simbolis dan kinerja fungsional, serta diperkuat oleh interaksi sosial dan beragam kegiatan. Oleh karena itu, pengelolaan kawasan warisan budaya harus menyeimbangkan pelestarian sejarah dengan peningkatan kenyamanan, kegiatan, dan kualitas lingkungan guna menciptakan pengalaman publik yang optimal dan berkelanjutan.

Article Details

How to Cite
R. Aisy, K., Zahra Fernando, J., Nur Husain, I., & Sabarilah Hasim, I. (2026). PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP RUANG PUBLIK: ANALISIS SENSE OF PLACE ASIA AFRIKA BANDUNG. KREASI, 11(2), 220–234. https://doi.org/10.37715/kreasi.v11i2.6434
Section
Articles

References

Ayudya, D., Anggiani, M., Heryanto, B., & Prayoga Kasmo, A. B. (2025). Revealing Types of Tourism Space in the Spatial Landscape on Malioboro Street, Yogyakarta. Jurnal Arsitektur Dan Perencanaan (JUARA), 8(2), 13–26. https://doi.org/10.31101/juara.v8i2.4251

Cecaj, A., Lippi, M., Mamei, M., & Zambonelli, F. (2021). Sensing and Forecasting Crowd Distribution in Smart Cities: Potentials and Approaches. Internet of Things, 2(1), 33–49. https://doi.org/10.3390/iot2010003

Essen, E. Von, Guardini, B., Kjellgren, S., Peterson, C., & Staundinger, C. (2022). PRACTICES A Sense of Place Through Land Art. 5(1).

Gehl, J. (2011). Life Between Buildings: Using Public Space. Island Press.

Izzati Husna. (n.d.). Development of the Landscape Elements in the Asia Afrika Historic Corridor in Bandung City.

Khuluk, N. (2018). Penataan ruang luar (studi kasus : pedestrian jl. asia afrika bandung). 2(2).

Kurniawan, G. K. (2023). TINGKAT KENYAMANAN PEJALAN KAKI DI KOTA BANDAR LAMPUNG BERDASARKAN TEORI URBAN WALKABILITY STUDI KASUS : Jl. Kartini, dan Jl. Raden Intan, Bandar Lampung. 7(3), 452–456.

Latip, N. S. A., Zulnaidi, N. Z., Redzuan, N., Osman, M. M., & Harun, N. Z. (2023). Place Making of Public Spaces Within Transitoriented Development (Tod): a Review. Planning Malaysia, 21(1), 516–531. https://doi.org/10.21837/PM.V21I25.1254

Lesmana, D., Antariksa, Wulandari, L. D., & Santosa, H. (2021). Senses of place in Lawas Maspati Village Community at Surabaya: Exploration study towards physical, social, and cultural factors. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, 6(1), 67–74. https://doi.org/10.30822/arteks.v6i1.595

Ma, Y., Ariffin, N. F. M., Aziz, F. A., He, X., Liu, Y., & Feng, S. (2023). Potential of Sense of Place in Cultural Heritage Conservation: A Systematic Review. Pertanika Journal of Social Sciences and Humanities, 31(4), 1465–1489. https://doi.org/10.47836/pjssh.31.4.07

Nadella, A., & Kusuma, H. E. (2024). Pengaruh Aktivitas dan Persepsi Pengunjung terhadap Sense of Place Ruang Publik ( Kasus : Lapangan Gasibu ). 22(1).

Pramudito, S., Kristiawan, Y. B., Wismarani, Y. B., & Analisa, F. C. K. (2020). IDENTIFIKASI ASPEK SENSE OF PLACE KAWASAN BERSEJARAH BERDASARKAN PREFERENSI PENGUNJUNG (Studi Kasus: Kawasan Sagan, Yogyakarta). Jurnal Arsitektur ARCADE, 4(3), 206. https://doi.org/10.31848/arcade.v4i3.526

Seliari, T. (2025). Sense of Place Ruang Terbuka Bersejarah di Perkotaan ( Studi Kasus : Alun-alun Kidul , Yogyakarta ). 5(1), 237–249.

Wei, H., Zhou, M., Kang, S., & Zhang, J. (2022). Sense of Place of Heritage Conservation Districts under the Tourist Gaze—Case of the Shichahai Heritage Conservation District. Sustainability (Switzerland), 14(16), 1–15. https://doi.org/10.3390/su141610384

Wen, L., Kenworthy, J., & Marinova, D. (2020). Higher density environments and the critical role of city streets as public open spaces. Sustainability (Switzerland), 12(21), 1–34. https://doi.org/10.3390/su12218896

Yang, Y., Yu, J., Wang, C., & Wen, J. (2022). Risk Assessment of Crowd-Gathering in Urban Open Public Spaces Supported by Spatio-Temporal Big Data. Sustainability (Switzerland), 14(10). https://doi.org/10.3390/su14106175