DESAIN LANSKAP PEMAKAMAN KELUARGA DENGAN PENDEKATAN BIOFILIK DI DESA LOKSUGA, KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Main Article Content
Abstract
Pemakaman keluarga di Desa Loksuga, Kabupaten Hulu Sungai Utara, merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi lokal namun menghadapi kendala lingkungan yang serius. Permasalahan utama terletak pada kondisi tapak yang berada di ekosistem lahan basah dengan fluktuasi air tinggi, yang selama ini tidak terkelola sehingga menyebabkan kerusakan fisik material dan penurunan kualitas estetika. Kondisi yang terbengkalai ini memperkuat stigma negatif sebagai kawasan yang kumuh dan menyeramkan, sehingga mengurangi kenyamanan psikologis bagi keluarga peziarah maupun masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep desain lanskap pemakaman keluarga dengan pendekatan biofilik guna menciptakan ruang memorial yang tenang dan adaptif secara ekologis. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui pemilihan purposif tiga lokasi pemakaman, dengan data yang dikumpulkan dari observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur. Analisis menggunakan kerangka kerja 14 Pola Desain Biofilik. Temuan menunjukkan bahwa penerapan pola koneksi material dengan alam, kehadiran air yang terkontrol, serta zonasi prospect-refuge menghasilkan desain lanskap yang mampu beradaptasi dengan karakter lahan basah serta meningkatkan kualitas visual tapak. Penggunaan material lokal dan sistem panggung (elevated boardwalk) secara efektif mengatasi kendala fisik lahan basah pasang surut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan biofilik terbukti sangat efektif dalam mengembangkan lanskap pemakaman keluarga yang selaras dengan karakter lingkungan. Melalui pendekatan ini, citra pemakaman yang sebelumnya terkesan "suram" berhasil ditransformasi menjadi ruang hijau yang tenang dan sesuai dengan identitas ekologis serta budaya wilayah lahan basah.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Agusniansyah, N., & Sarbini, G. N. (2024). Pancangan galam pada pondasi di tanah rawa Banjarmasin. Arsir, 8(2)
Appleton, J. (1975). The experience of landscape. John Wiley & Sons.
Aulia, H., Tanzerina, N., Junaidi, E., & Triwardana, S. (2023). Effectiveness of waterchestnut (Eleocharis dulcis (Burm.f.) Trin. ex Henschel) in phytoremediation of coal mine acid drainage in constructed wetlands. International Journal of Scientific Development and Research (IJSDR), 8(6), 1768–1772.
Berto, R. (2014). The role of nature in coping with psycho-physiological stress. Behavioral Sciences, 4(4).
BPS Kabupaten Hulu Sungai Utara. (2024). Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam angka 2024 (Vol. 7). BPS Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Browning, W., Ryan, C., & Clancy, J. (2014). 14 patterns of biophilic design: Improving health & well-being in the built environment. Terrapin Bright Green. https://doi.org/10.1016/j.yebeh.2008.04.024
Dosen, A. S., & Ostwald, M. J. (2016). Evidence for prospect-refuge theory: A meta-analysis of the findings of environmental preference research. City, Territory and Architecture, 3(1). https://doi.org/10.1186/s40410-016-0033-1
Gupta, S., Pant, P., & Sindhu, S. S. (2024). Lotus (Nelumbo nucifera): A multidisciplinary review of its aesthetic, ecological, and medicinal significance. Journal of Ornamental Horticulture, 27(2), 107–119.
Halvorson Design Partnership. (2023). Lakewood cemetery garden mausoleum landscape. Retrieved from https://landezine.com/lakewood-cemetery-garden-mausoleum-landscape-by-halvorson-design-partnership/
Jiang, B., Sa’adon, N. H., Doh, S. I., Sulaiman, S., & Abdul Razak, A. S. (2025). Phytoremediation of heavy metal contaminated groundwater using tropical wetland plants: Lepironia articulata and Typha angustifolia. Construction, 5(1), 87–95. https://doi.org/10.15282/construction.v5i1.12168
Kellert, S. R., & Calabrese, E. F. (2015). The practice of biophilic design. Retrieved from https://www.biophilic-design.com
McGee, B., & Marshall-Baker, A. (2012). An inventory of biophilic design attributes within child life play spaces. Journal of Interior Design, 40(1)
Nadiyah, A., Halisah, S. N., Mentayani, I., & Aufa, N. (2024). Keragaman tipologi, fungsi, dan desain titian di permukiman bantaran sungai Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 19(2), 273–284. https://doi.org/10.47441/jkp.v19i2.386
Peters, T., & D’Penna, K. (2020). Biophilic design for restorative university learning environments: A critical review of literature and design recommendations. Sustainability, 12(17). https://doi.org/10.3390/su12177064
Ratnasari, A., Dwisusanto, Y. B., & Sahid. (2025). Biophilic design as a bridge for human-environment interaction to enhance users’ health and well-being. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1488(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1488/1/012068
Sallay, Á., Tar, I. G., Mikházi, Z., Takács, K., Furlan, C., & Krippner, U. (2023). The role of urban cemeteries in ecosystem services and habitat protection. Plants, 12(6). https://doi.org/10.3390/plants12061269
Skår, M., Nordh, H., & Swensen, G. (2018). Green urban cemeteries: More than just parks. Journal of Urbanism, 11(3), 362–382. https://doi.org/10.1080/17549175.2018.1470104
Spence, C. (2020). Senses of place: Architectural design for the multisensory mind. Cognitive Research: Principles and Implications, 5(1). https://doi.org/10.1186/s41235-020-00243-4
Stefano, A., Endayani, S., Itsnani, A. S. A., Atmaja, D. A. S. P., & Irfan, A. (2025). Cultural heritage and environmental challenges in Bontang Kuala wetland settlements:Urban Development. Int. J. Adv. Sci. Eng. Inf. Technol., 15 (5)
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tharziansyah, M., & Agusniansyah, N. (2016). Pola permukiman periferi Kota Banjarmasin: Studi kasus koridor Jalan A. Yani Km. 6–Km. 17. INFO-TEKNIK, 5(1)
Wasserman, J. (1998). To trace the shifting sands: Community, ritual, and the memorial landscape. Landscape Journal, 17(1), 42–61.
Yin, J., Zhu, S., MacNaughton, P., Allen, J., & Spengler, J. (2020). Physiological and cognitive performance of exposure to biophilic indoor environment. Building and Environment, 132, 252–262.
Zhong, W., Schröder, T., & Bekkering, J. (2022). Biophilic design in architecture and its contributions to health, well-being, and sustainability: A critical review. Frontiers of Architectural Research, 11(1), 114–141. https://doi.org/10.1016/j.foar.2021.07.006

