ADAPTASI ELEMEN ALAM DALAM ARSITEKTUR KOMERSIAL SEBAGAI RESPONS TERHADAP LINGKUNGAN PERKOTAAN

Main Article Content

Muhamad Wildan Haikal
Jasmine Allayda
Utami
Jelang Fajar Sugiana

Abstract

Perkembangan arsitektur modern di Kota Bandung menunjukkan meningkatnya kebutuhan akan desain bangunan yang tidak hanya memenuhi fungsi dasar, tetapi juga mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Kondisi perkotaan yang padat serta keterbatasan ruang terbuka hijau mendorong penerapan pendekatan desain yang dapat meningkatkan kualitas ruang dan kenyamanan pengguna. Arsitektur biofilik muncul sebagai pendekatan yang relevan dengan mengintegrasikan elemen-elemen alami ke dalam lingkungan binaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep desain biofilik kategori Nature in the Space pada bangunan komersial modern di Kota Bandung dengan studi kasus Jardin Café. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung pada bangunan, dokumentasi visual, serta studi literatur terkait teori desain biofilik. Observasi difokuskan pada identifikasi elemen-elemen alami seperti vegetasi, pencahayaan alami, ventilasi silang, hubungan visual dengan alam, serta penggunaan material alami pada area publik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil observasi lapangan dengan prinsip desain biofilik kategori Nature in the Space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep tersebut pada Jardin Café tercermin melalui empat pola utama, yaitu visual connection with nature, thermal and airflow variability, dynamic and diffuse light, serta connection with natural systems. Integrasi vegetasi interior, bukaan bangunan yang memungkinkan ventilasi alami, serta penggunaan atap transparan yang memaksimalkan pencahayaan alami menciptakan ruang yang lebih terang, sejuk, dan secara psikologis menenangkan. Temuan ini menunjukkan bahwa desain biofilik dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas ruang dan kenyamanan pengguna pada bangunan komersial di kawasan perkotaan yang padat.

Article Details

How to Cite
Wildan Haikal, M., Allayda, J., Utami, & Fajar Sugiana, J. (2026). ADAPTASI ELEMEN ALAM DALAM ARSITEKTUR KOMERSIAL SEBAGAI RESPONS TERHADAP LINGKUNGAN PERKOTAAN. KREASI, 11(2), 179–190. https://doi.org/10.37715/kreasi.v11i2.6396
Section
Articles

References

Arriazu-Ramos, A., Santamaría, J. M., Monge-Barrio, A., Bes-Rastrollo, M., Gutiérrez-Gabriel, S., Benito-Frías, N., & Sánchez-Ostiz, A. (2025). Health impacts of urban environmental parameters: A review of air pollution, heat, noise, green spaces, and mobility. Sustainability, 17(10), 4336. https://doi.org/10.3390/su17104336

Asriadi, M., Nasrullah, & Amalia, L. (2023). Penerapan arsitektur biofilik pada bangunan apartemen di Kota Makassar. Jurnal Arsitektur Sulapa (JaS), 5(1), 37–47. https://journal.ft.unibos.ac.id/index.php/jas/article/view/438/166

Browning, W. D., Ryan, C. O., & Clancy, J. O. (2014). 14 patterns of biophilic design: Improving health & well-being in the built environment. Terrapin Bright Green.

https://www.terrapinbrightgreen.com/reports/14-patterns/

Bungawali, N., & Satwikasari, A. F. (2024). Kajian konsep arsitektur biofilik pada bangunan science center (studi kasus: Ecorium National Institute of Ecology, South Korea). PURWARUPA Jurnal Arsitektur, 8(1), 83–90. https://doi.org/10.24853/purwarupa.8.1.83-90

Handayani, Y. S. (2022). Problema ruang terbuka hijau di Kota Bandung. Jurnal Wilayah dan Kota, 9(1), 1–14. https://doi.org/10.34010/jwk.v9i01.6479

Haq, H. D. (2021). Tingkat efektivitas ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Bandung dengan penyerapan emisi CO₂. City and Regional Planning Journal, 9(2), 89–100. https://doi.org/10.34147/crj.v9i2.315

Justice, R. (2021). Konsep biophilic dalam perancangan arsitektur. Jurnal Arsitektur ARCADE, 5(1), 110–119. https://doi.org/10.31848/arcade.v5i1.632

Kaffah, M. F., Firzal, Y., & Susilawaty, M. D. (2020). Penerapan prinsip biophilic design pada perancangan apartemen SOHO di Kota Pekanbaru. Jurnal Arsitektur ALUR, 3(1), 9–16. https://doi.org/10.54367/alur.v3i1.674

Lidinillah, A. G. (2024). Study on the application of biophilic concepts in interior design. Journal of Design and Built Environment Innovation, 1(2), 108–118. https://doi.org/10.32315/jdlbi.v1i2.417

Mahardika, N. H. (2020). Perancangan perpustakaan modern Kota Yogyakarta dengan pendekatan arsitektur biofilik digital [Skripsi, Universitas Islam Indonesia].

Mahiorh, A. W., & Hidayati, R. (2025). Analisa penerapan aspek arsitektur biofilik pada rancangan kost “Happy” Makam Haji. Prosiding Seminar Ilmiah Arsitektur (SIAR), 976–986. https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/6133

Massuanna, M. W., Malinda, F., Satriani, Syafaririn, R. A., & Alam, W. M. (2024). Kepadatan penduduk di perkotaan: Dampak terhadap kualitas lingkungan masyarakat. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, 8(5), 132–136. https://sejurnal.com/pub/index.php/jimt/article/view/1611

Pelgrims, I., Devleesschauwer, B., Guyot, M., Keune, H., Nawrot, T. S., Remmen, R., Saenen, N. D., Trabelsi, S., Thomas, I., Aerts, R., & De Clercq, E. M. (2021). Association between urban environment and mental health in Brussels, Belgium. BMC Public Health, 21, 1–18. https://doi.org/10.1186/s12889-021-10924-5

Putri, A. W., Farkhan, A., & Daryanto, T. J. (2021). Implementasi biophilic design pada aspek perancangan arsitektur rumah sakit umum di Kecamatan Jebres. Jurnal Senthong, 4(1), 120–129.

Yin, J., Yuan, J., Arfaei, N., Catalano, P. J., Allen, J. G., & Spengler, J. D. (2020). Effects of biophilic indoor environment on stress and anxiety recovery: A between-subjects experiment in virtual reality. Environment International, 136, 105427. https://doi.org/10.1016/j.envint.2019.105427