TINJAUAN AKSESIBILITAS BAGI TUNA DAKSA: STUDI TOILET LOBBY HOTEL THE PAPANDAYAN BANDUNG
Main Article Content
Abstract
Aksesibilitas merupakan elemen penting dalam desain interior, terutama pada fasilitas publik seperti hotel yang harus mampu melayani seluruh pengguna tanpa diskriminasi. Penelitian ini bertujuan meninjau aksesibilitas toilet lobby hotel bagi penyandang difabel, khususnya penyandang tuna daksa di Hotel The Papandayan Bandung, dengan fokus pada kesesuaian terhadap standar yang ditetapkan regulasi pemerintah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung dan tinjauan literatur untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak fasilitas hotel yang belum sepenuhnya memenuhi standar aksesibilitas. Permasalahan utama meliputi keterbatasan kemudahan akses, aspek keamanan penggunaan, serta kurangnya dukungan terhadap kemandirian difabel. Hambatan-hambatan tersebut dapat menyulitkan pengguna dalam beraktivitas secara nyaman dan aman di area toilet, misalnya keterbatasan ruang gerak kursi roda, ketinggian perlengkapan yang tidak sesuai, atau minimnya pegangan pendukung. Selain mengidentifikasi kendala, penelitian ini juga memberikan rekomendasi desain yang lebih inklusif, seperti penyesuaian dimensi ruang, penggunaan material anti-slip, serta penambahan fasilitas penunjang sesuai kebutuhan difabel. Dengan adanya perbaikan tersebut, diharapkan hotel tidak hanya memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang ramah, aman, dan mandiri bagi semua pengunjung. Secara lebih luas, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan serta praktik desain interior perhotelan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan prinsip aksesibilitas sebagai bagian dari pelayanan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Penyandang Disabilitas di Indonesia.
Berybe, G. A., Duman, M., Wahyudi, A., & Umul, D. S. (2023). Pengembangan pariwisata inklusif: Analisis fasilitas ramah disabilitas pada hotel berbintang di Labuan Bajo. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(3), 11402–11417.
Breg. (2025). Walker untuk rehabilitasi mobilitas lansia dan difabel. Diakses dari https://www.breg.com
Caroline Shafira Ramadhita, Raden Roro. (2022) Aktivitas Divisi Marketing Communication di The Papandayan. Internship thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
Dawud, J., Mursalim, S. W., Anomsari, E. T., & Taufik, N. I. (2019). Strategi Perwujudan Kota Bandung Sebagai Kota Ramah Penyandang Disabilitas: Sebuah Perspektif Aksesibilitas Pelayanan Publik. Jurnal Administrasi Negara, 25(2), 141–159.
Deby, R. (2018). Pariwisata Ramah Disabilitas (Studi Deskriptif Tentang Penyediaan Layanan Bagi Penyandang Difabel Di Museum Negeri Mpu Tantular, Sidoarjo) Tugas Akhir. 1–136.
Emedis.id. (2024). Tongkat bantu jalan medis untuk disabilitas. Diakses dari https://www.emedis.id
Engineering Discoveries. (2025). Standard Accessible Toilet Design. Diakses dari https://www.engineeringdiscoveries.com
GaleriMedika. (2025). Kruk medis dan alat bantu jalan. Diakses dari https://www.galerimedika.com
Hamdani, M. (2022). The System of Application Inclusive Service for Visitors With Disabilities (Study of Accessibility Amenities on Star Hotels in Kabupaten Karo). Jurnal Akademi Pariwisata Medan, 10(1), 1858 – 2842.
Kementerian Pekerjaan Umum. (2006). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006: Pedoman teknis fasilitas dan aksesibilitas pada bangunan gedung dan lingkungan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2018). Lampiran II Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan kemudahan bangunan gedung: Penyediaan fasilitas dan aksesibilitas hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung (pp. 1–73). Jakarta: Kementerian PUPR.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2018). Lampiran III Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan kemudahan bangunan gedung. Jakarta: Kementerian PUPR.
Lustiyati, E. D., & Rahmuniyati, M. E. (2019). Aksesibilitas Sarana Sanitasi bagi Difabel di Tempat Transportasi Umum. Inklusi, 6(1), 93.
Nugroho, S., & Hasya, R. N. (2020). Kajian aksesibilitas pada Hotel Artotel Semarang. IMAJI, 9(6), 751. Undip E-Journal System Portal.
PT. Karya Pratama. (2023). Kursi roda untuk penyandang disabilitas. Diakses dari https://www.karyapratama.co.id
Rochman, G. P., Afiati, A., Aji, R. R., & Syaodih, E. (2023). Pariwisata Ramah Disabilitas: Praktik di Kota Bandung dan Sekitarnya. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 19(1), 64–76.
Sulistyawati, H., & Muhid, A. (2022). Meningkatkan Resiliensi Pada Penyandang Tuna Daksa Melalui Terapi Realitas: Literature Review. Jurnal Talenta Psikologi, 2(11), 15–23.
Utami, E. O., Raharjo, S. T., Apsari, N. C., Sosial, K., & Padjadjaran, U. (2018). Aksesi Bi Li Tas Penyandang Tunadaksa. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5, 83–10.
Zein, A. O. S. (2019). Kemunduran Fisiologis Lansia dan Pengaruhnya terhadap Keselamatan di Kamar Mandi Studi Kasus Kamar Mandi Panti Wredha Asuhan Bunda. Itenas Repository, 1–10. http://eprints.itenas.ac.id/365/.

