ISU MODEL KULIT HITAM: DISKRIMINASI RASIAL DALAM FASHION RUNWAY

  • Natasya Cornelia Universitas Ciputra Surabaya
Keywords: New York Fashion Week, Keragaman, Model Non-Kulit Putih, Runway, Ras

Abstract

Seiring berkembang pesatnya pasar mode global, persaingan dalam industri mode menjadi lebih ketat dan menuntut para perancang untuk semakin menciptakan tren baru yang berbeda. Persaingan dunia mode tidak hanya didasari dengan hasil busana yang dirancang, melainkan teknik pemasaran yang akan menarik perhatian investor dan pembeli. Runway menjadi salah satu media pemasaran tersebut dimana peragaan busana sendiri merupakan wadah dalam mengutarakan ekspresi artistik untuk memamerkan hasil karya busana seseorang. Dalam runway, memilih model yang tepat menjadi salah satu aspek penting yang akan mewakili bagaimana seorang perancang busana dapat menunjukkan desain dan keahliannya kepada para audiens. Model ialah sebuah metode yang efektif dalam memamerkan dan menjual karya yang dapat menarik perhatian pembeli. Namun, estetika ras dan warna kulit dalam dunia mode terus digunakan secara stereotip. Model berkulit non-putih lebih tepatnya masih dianggap rendah dan cenderung tidak menjual. Diskriminasi akan keragaman dan inklusivitas model berkulit non-putih berhasil menurunkan citra dunia mode. Adapun penelitian ini menggunakan studi literatur dan metode analisis konten deduktif kualitatif dalam memperoleh data rasisme terhadap model runway berkulit non-putih di dunia mode secara global. Hasil data terdiri dari 100 runway show yang difokuskan dalam acara NYFW. Para desainer dipilih berdasarkan popularitas serta kontroversi rasial masing-masing desainer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keterbukaan dunia mode terhadap keragaman estetika khususnya secara ras dan warna kulit.
Published
2021-05-25
Section
Articles