RAM SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA DARI BANGUNAN KOMERSIAL

Ika Rachmayanti, Yunida Sofiana

Abstract


Aksesibilitas pengguna ruang berkebutuhan khusus sudah menjadi perhatian bagi para perancang bangunan, terutama pada bangunan komersial. Fungsi ram sebagai salah satu akses sirkulasi vertikal yang ideal pada bangunan komersial menjadi sebuah keharusan bagi para perancang untuk diaplikasikan kepada bangunannya, dimana banyak ketentuan dan peraturan dari pemerintah setempat yang harus diperhatikan guna menciptakan kondisi akses yang ideal bagi pengguna berkebutuhan khusus orang tua dan orang cacat (UU MenPen No. 30) serta anak-anak. Dengan demikian, secara desain ram pada awalnya tidak mendapatkan perhatian khusus melainkan hanya sebagai salah satu fungsi standar gedung komersial. Seiring dengan berkembangnya kepekaan perancang ruang dan bangunan terhadap fasilitas umum untuk pengguna berkebutuhan khusus dan anak-anak, fungsi ram berkembang menjadi fungsi estetika dengan konsep desain yang terencana dan bernilai estetis tinggi. Pendekatan metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskripsi dengan menjelaskan bagaimana peraturan standar penggunaan ram pada bangunan secara fungsi dapat juga menambah nilai desain secara estetika dengan studi kasus bangunan Hotel Arjuna di Batu Malang yang menerapkan ram sebagai obyek desain yang memiliki nilai estetika.

Full Text:

PDF

References


Archdaily. (29 Juli 2016). Arjuna Hotel Batu. Diakses 28 Agustus 2016 dari website : https://www.archdaily.com

Hendrix, J,. S. (2013). The Contradiction between form and Function. New York : Routledge.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan (2006)

Pollio, Vitruvius. (transl. Morris Hicky Morgan, 1960). The Ten Books on Architecture. Courier Dover Publications.

Sachari, A. (2002). Estetika: Makna, Simbol dan Daya. Bandung: Penerbit ITB


Refbacks

  • There are currently no refbacks.